Ekspor Gula Kelapa dan Aren Sukabumi Tembus Pasar Malaysia, Disdagin Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Foto: Disdagin Kabupaten Sukabumi.

Sukabumi |Matanusa.net – Potensi komoditas gula kelapa dan gula aren asal Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan perkembangan positif di pasar internasional. Hal tersebut ditandai dengan kegiatan Pelepasan Ekspor Gula Kelapa dan Aren ke Malaysia yang dilaksanakan oleh CV Cakrawala Pasir Gancleng pada Agustus 2026.

Kegiatan pelepasan ekspor tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam mendorong produk olahan masyarakat Kabupaten Sukabumi agar semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar luar negeri.

Pelepasan ekspor dilakukan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, ST., MT. Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan dukungan terhadap pelaku usaha lokal yang berhasil membuka akses pasar internasional.

Produk yang diekspor ke Malaysia tersebut berupa berbagai jenis gula kelapa dan gula aren, meliputi gula semut, gula cetak, serta gula kubus.

Beragam bentuk produk tersebut menunjukkan bahwa komoditas gula kelapa dan aren tidak hanya memiliki nilai ekonomi sebagai bahan baku tradisional, tetapi juga telah mengalami pengembangan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan dapat memenuhi kebutuhan pasar modern.

Dani Tarsoni menyampaikan bahwa kegiatan ekspor tersebut merupakan bagian penting dari upaya mendorong pertumbuhan sektor perdagangan dan industri di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, keberhasilan pelaku usaha menembus pasar Malaysia patut diapresiasi karena membuka peluang yang lebih besar bagi produk-produk unggulan daerah untuk berkembang.

“Ekspor ini menjadi bukti bahwa produk dari Kabupaten Sukabumi memiliki potensi untuk bersaing di pasar internasional. Pemerintah daerah tentunya akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku usaha agar mampu meningkatkan kualitas, kapasitas produksi dan pemasaran,” ujar Dani Tarsoni, pada Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, gula kelapa dan gula aren merupakan salah satu komoditas yang memiliki prospek cukup besar. Selain bahan bakunya tersedia di daerah, produk tersebut juga memiliki karakteristik yang dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis olahan dengan nilai jual lebih tinggi.

Dengan adanya permintaan dari pasar luar negeri, pelaku usaha diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga memperhatikan kualitas produk, kebersihan, kemasan, kontinuitas pasokan dan standar yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.

CV Cakrawala Pasir Gancleng menjadi salah satu pelaku usaha Kabupaten Sukabumi yang mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan memasarkan produk gula kelapa dan aren ke Malaysia.

Ekspor gula dalam bentuk gula semut, gula cetak dan gula kubus juga memperlihatkan bahwa produk berbasis komoditas lokal dapat dikembangkan menjadi produk industri yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Bagi masyarakat dan para pelaku usaha di tingkat lokal, terbukanya pasar ekspor diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap rantai ekonomi, mulai dari petani atau pengrajin gula, pengumpul bahan baku, pengolah, tenaga kerja hingga pelaku usaha yang bergerak dalam pengemasan dan distribusi.

Dengan demikian, aktivitas ekspor tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan eksportir, tetapi juga berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat di daerah sentra produksi.

Dani menambahkan, pemerintah daerah melalui Disdagin akan terus mendorong pelaku industri dan perdagangan untuk meningkatkan daya saing. Salah satunya dengan mendorong produk lokal agar tidak berhenti pada pasar domestik, tetapi mampu berkembang dan menembus pasar global.

“Harapannya, ekspor seperti ini dapat terus berlanjut dan volumenya semakin meningkat. Kita ingin semakin banyak produk unggulan Kabupaten Sukabumi yang mampu masuk ke pasar internasional,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, pengrajin dan berbagai pihak terkait dalam membangun ekosistem perdagangan yang kuat.

Pasalnya, keberhasilan ekspor membutuhkan kesinambungan produksi serta kualitas yang konsisten. Jika permintaan pasar luar negeri terus meningkat, maka ketersediaan bahan baku dan kemampuan produksi juga harus mampu mengimbanginya.

Sementara itu, Malaysia menjadi salah satu pasar potensial bagi produk pangan dan olahan berbasis komoditas perkebunan. Kedekatan geografis serta karakteristik pasar yang relatif dekat dengan Indonesia menjadi peluang bagi pelaku usaha daerah untuk mengembangkan jaringan perdagangan lintas negara.

Kegiatan pelepasan ekspor gula kelapa dan aren oleh CV Cakrawala Pasir Gancleng tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi pelaku UMKM dan industri kecil menengah lainnya di Kabupaten Sukabumi.

Produk yang selama ini dipandang sebagai hasil olahan tradisional memiliki peluang untuk naik kelas apabila dikelola dengan baik, mulai dari proses produksi, pengemasan, standardisasi, branding hingga pemasaran.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap keberhasilan CV Cakrawala Pasir Gancleng dapat menjadi contoh sekaligus motivasi bagi pelaku usaha lainnya untuk berani memperluas pasar.

“Produk lokal harus mampu menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing. Kita ingin produk Sukabumi tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu hadir di pasar nasional bahkan internasional,” pungkas Dani.

Pelepasan ekspor gula kelapa dan aren ke Malaysia ini pun menjadi salah satu gambaran bahwa potensi komoditas lokal Kabupaten Sukabumi masih sangat terbuka untuk dikembangkan.

Dengan dukungan pemerintah dan peningkatan kapasitas pelaku usaha, produk pertanian dan perkebunan daerah diharapkan semakin mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Pos terkait