TP-PKK Kota Sukabumi Ajak Orang Tua Waspada Pergaulan Bebas dan Stunting

Foto: Dokpim.

Sukabumi Kota | Matanusa.net – Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengajak para orang tua untuk aktif membimbing dan mengawasi anak demi mencegah pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta risiko pernikahan usia dini.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Tataliwargi se-Kelurahan Cikundul, pada Senin (11/8/2025).

Dalam sambutannya, Ranty mengibaratkan kemajuan teknologi layaknya pisau bermata dua yang bisa memberikan manfaat sekaligus ancaman, tergantung cara penggunaannya.

“Orang tua harus aktif memantau penggunaan media sosial anak, seperti Facebook dan Instagram. Perilaku orang tua sangat cepat ditiru, sehingga penting untuk memberikan contoh yang baik,” ujar Ranty.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menikahkan anak di usia dini, mengingat dampak negatifnya yang sering berujung pada permasalahan rumah tangga, termasuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Menurutnya, usia ideal menikah adalah minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

“Kita perlu terus menyosialisasikan hal ini agar masyarakat memahami risiko dan aturan terkait pernikahan,” tambahnya.

Selain isu pergaulan bebas dan pernikahan dini, Ranty menyoroti persoalan gizi dan stunting yang masih menjadi tantangan di Kota Sukabumi. Ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan, mulai dari pencegahan (hulu) hingga penanganan anak yang sudah mengalami stunting (hilir).

“Pencegahan sejak dini menjadi langkah krusial untuk menurunkan angka stunting. Kita harus bergerak bersama, mulai dari keluarga, kader posyandu, hingga pemerintah, untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya.

Pos terkait