Sukabumi Kota | Matanusa.net – Ayep Zaki didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana membuka Sosialisasi Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 yang digelar di Opproom Setda Kota Sukabumi, pada Rabu (4/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Daerah, Asisten Daerah III, Kepala DKP3, Kepala Diskumindag, Kepala Bappeda, Kabag Perekonomian, serta perwakilan 29 perbankan se-Kota Sukabumi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi selaku Ketua TPAKD menyampaikan apresiasi atas peran strategis TPAKD dalam mendorong percepatan akses keuangan guna memperkuat struktur ekonomi daerah. Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,32 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Meski demikian, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan capaian yang lebih tinggi pada 2026 melalui penguatan sejumlah indikator utama perekonomian.
“Untuk mendorong pertumbuhan di atas 5,32 persen, kita akan mengoptimalkan berbagai instrumen, mulai dari peningkatan lending perbankan, kenaikan APBD, peningkatan investasi, penguatan daya beli masyarakat, hingga perluasan ekspor,” tegasnya.
Dalam pertemuan bersama TPAKD dan jajaran perbankan, termasuk Direktur OJK, ditegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan sektor perbankan menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi tahun 2025–2026.
Saat ini, dana simpanan masyarakat di perbankan Kota Sukabumi tercatat mencapai Rp10 triliun. Sementara itu, lending perbankan berada di angka Rp5 triliun, dengan penyaluran pembiayaan UMKM sekitar Rp1,5 triliun,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan pembiayaan UMKM meningkat hingga Rp3 triliun serta mendorong agar lending perbankan minimal setara dengan dana himpunan masyarakat. Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan naik dari Rp1,32 triliun menjadi Rp1,45 triliun melalui optimalisasi investasi dan peningkatan konsumsi masyarakat.
Program jangka panjang seperti Qordul Hasan yang ditargetkan menjangkau 31 ribu penerima juga diyakini menjadi instrumen efektif dalam memperluas akses permodalan masyarakat serta memperkuat ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.
Melalui Sosialisasi Program Kerja TPAKD 2026 ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap kolaborasi lintas sektor semakin solid sehingga akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat terwujud secara inklusif dan berdaya saing.





