Sukabumi Kota| Matanusa.net –
Pemerintah Kota Sukabumi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Yayasan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen (YAPASIM) Sukabumi menggelar International Job Fair 2026 di Kampus PASIM, Jalan Prana No. 8A, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, pada Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat melalui akses ke pasar kerja internasional.
Acara dibuka langsung oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) RI Drs. H. Mukhtarudin bersama Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, S.E., M.M. Turut hadir Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Anggota DPD RI Agita Nurfianti, Rektor UNAS PASIM Prof. Dr. Armai Arief, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta ratusan peserta pencari kerja.
International Job Fair 2026 menghadirkan 30 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang menawarkan lebih dari 5.000 lowongan kerja di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, konstruksi, pertanian, perhotelan hingga kapal pesiar. Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan Program SMK PASIM Go Internasional dan diresmikan PASIM Go Migration Center sebagai pusat informasi, pelatihan, dan pendampingan bagi calon pekerja migran.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan solusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan akses kerja, termasuk ke luar negeri.
Menurutnya, Pemerintah Kota Sukabumi telah membangun berbagai program pendukung, seperti pembentukan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), penguatan kerja sama dengan perusahaan penempatan pekerja migran, hingga pengembangan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri global.
Selain itu, ia mengungkapkan masih terdapat tantangan yang dihadapi calon pekerja migran, terutama tingginya biaya penempatan dan keterbatasan akses pembiayaan akibat persoalan SLIK atau BI Checking. Karena itu, pemerintah daerah tengah mengkaji skema pembiayaan yang dapat membantu sebagian besar biaya keberangkatan calon pekerja migran.
“Kami berharap ada regulasi yang memungkinkan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan pembiayaan bagi calon pekerja migran. Pengalaman kami, tingkat pengembalian pembiayaan sangat baik dan tidak ada yang menunggak,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin mengapresiasi penyelenggaraan International Job Fair 2026 yang dinilainya menjadi bagian dari Gerakan Nasional Pekerja Migran Aman.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kota Sukabumi masih mencapai 8,19 persen atau sekitar 29.871 orang. Di sisi lain, pemerintah saat ini memiliki sekitar 300.000 lowongan kerja luar negeri yang telah terverifikasi, namun baru sekitar seperempatnya yang berhasil terisi.
“Peluang kerja luar negeri harus dimanfaatkan sebagai solusi mengurangi pengangguran. Saat ini masih banyak kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara yang belum terpenuhi,” ujarnya.
Mukhtarudin juga menyampaikan pemerintah menargetkan mencetak 500.000 calon pekerja migran Indonesia yang kompeten dalam lima tahun ke depan. Pada 2026, pelatihan akan diberikan kepada 40.000 peserta di 23 provinsi dengan seluruh biaya ditanggung pemerintah dan jumlah tersebut akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Selain membuka ribuan peluang kerja, International Job Fair 2026 juga menghadirkan berbagai layanan pendukung, seperti psikotes berbasis kecerdasan buatan (AI) secara gratis, layanan informasi pembiayaan melalui perbankan, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, hingga konsultasi dan peningkatan kompetensi bagi calon pekerja migran.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Sukabumi, Kementerian P2MI, dan Yayasan PASIM berharap dapat membangun ekosistem penempatan pekerja migran yang aman, legal, profesional, serta mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global,” pungkasya.





