Jakarta | Matanusa.net – Kepergian seniman sekaligus putra bungsu Presiden RI ke-1 Soekarno, Guruh Sukarnoputra, meninggalkan duka sekaligus kenangan mendalam bagi banyak tokoh seni Tanah Air.
Salah satunya pasangan musisi Addie MS dan Memes. Keduanya mengenang sosok Guruh bukan hanya sebagai seniman besar yang turut membuka jalan perjalanan mereka di dunia seni, tetapi juga sebagai bagian dari kisah kehidupan dan perjalanan asmara keduanya.
Addie MS dan Memes hadir di rumah duka Guruh Sukarnoputra di kediaman pribadinya, kawasan Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).
Kedatangan mereka sekaligus menjadi momen untuk kembali mengenang berbagai cerita yang pernah terukir di rumah tersebut.
Rumah Guruh Jadi Saksi Perjalanan Addie MS dan Memes
Addie MS mengungkapkan, kediaman Guruh memiliki nilai sentimental bagi dirinya dan Memes. Pasalnya, tempat tersebut menjadi salah satu lokasi yang berkaitan dengan masa muda Memes sekaligus perjalanan hubungan mereka.
Memes diketahui pernah menghabiskan masa remajanya dengan mengikuti berbagai kegiatan seni di rumah tersebut.
“Jadi saya boleh dibilang suka ngapel, pacaran. Itu di sini, saya ke sini jemput Memes habis latihan,” ujar Addie MS kepada awak media di rumah duka, Sabtu (26/9/2026).
Saat itu, Memes tidak hanya belajar mengenai seni tari, tetapi juga berbagai persiapan penampilan, mulai dari tata rias hingga penggunaan busana tradisional seperti kebaya dan konde.
Memes pun mengaku suasana rumah tersebut membangkitkan kembali kenangan masa remajanya.
“Ini masa remaja kami nih. Rumah ini sudah menjadi cagar budaya ya sekarang ya. Jadi ya sangat bernostalgia banget kami di sini,” kenang Memes.
Awal Kedekatan Addie MS dengan Guruh
Selain kisah pribadinya bersama Memes, Addie MS juga mengenang awal perkenalannya dengan Guruh Sukarnoputra.
Hubungan keduanya bermula sekitar 1979, ketika Addie masih duduk di kelas 3 SMA. Kala itu, Guruh mengajaknya terlibat dalam penggarapan musik untuk Pagelaran Karya Cipta Guruh Sukarnoputra.
Namun, Addie yang kala itu masih merasa belum memiliki pengalaman cukup sempat menolak tawaran tersebut. Penggarapan musik kemudian diserahkan kepada Elfa Secioria dan Candra Darusman.
Addie baru memberanikan diri ikut terlibat dalam pagelaran berikutnya bertajuk Cinta Indonesia. Dalam pertunjukan tersebut, ia dipercaya menggarap aransemen sejumlah lagu, di antaranya Aji Mumpung dan Kesenian.
Kepercayaan Guruh terhadap kemampuan Addie terus berlanjut. Pada 1984, Addie dipercaya mengaransemen lagu ciptaan Guruh berjudul Sendiri, yang kemudian dibawakan oleh almarhum Chrisye.
Guruh Dikenang sebagai Sosok yang Menanamkan Nilai Keindonesiaan
Memes juga memiliki pengalaman langsung bersama Guruh. Ia pernah bergabung dengan Swara Maharddhika angkatan ke-9 pada 1980 dan mendapatkan pembelajaran mengenai seni sekaligus kedisiplinan.
Bagi Memes dan Addie, Guruh bukan hanya sosok yang memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang seni. Ia juga dikenal konsisten menanamkan nilai-nilai keindonesiaan kepada para seniman muda di sekitarnya.
Addie mengenang Guruh sebagai sosok yang kerap mengingatkan pentingnya menjaga etika, adab, serta kebanggaan terhadap budaya Indonesia.
“Satu tokoh musik saat itu yang bukan hanya saya kagumi karena musikalitasnya, tetapi semangat keindonesiaan,” kata Addie MS.
“Yang selalu bicara soal batik, soal adab dan etika, Indonesia, yang selalu mengingatkan itu,” tandasnya.
Bagi Addie MS dan Memes, kepergian Guruh bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan ruang kosong bagi dunia seni Indonesia. Kenangan tentang sosoknya, karya-karyanya, serta nilai-nilai yang pernah ditanamkan kepada generasi seniman akan terus melekat dalam perjalanan mereka.