Sukabumi | Matanusa.net – Dinamika politik di lingkungan Partai Golkar Kabupaten Sukabumi terus menjadi perhatian sejumlah kalangan. Berbagai pertanyaan muncul di media sosial mengenai status H. Asep Japar sebagai kader Golkar, perjalanan organisasinya, hingga hubungannya dengan sejumlah tokoh partai, termasuk H. Marwan Hamami.
Menanggapi hal tersebut, Irvan Azis, yang menyebut dirinya sebagai relawan sekaligus loyalis Partai Golkar, menyampaikan klarifikasi untuk menjawab pertanyaan masyarakat, rekan media, dan aktivis mengenai latar belakang Asep Japar di lingkungan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Menurut Irvan, pertanyaan yang berkembang meliputi sejak kapan Asep Japar mengenal atau bergabung dengan Golkar, bagaimana keterlibatannya dalam organisasi partai, serta sejauh mana aktivitasnya di lingkungan keluarga besar Golkar.
“Banyak yang bertanya kepada saya, baik melalui media sosial, WhatsApp, maupun telepon langsung. Pertanyaannya seputar apakah Pak Asep Japar merupakan kader Golkar, bagaimana perjalanan beliau di partai, dan apakah beliau aktif dalam organisasi. Karena itu, saya merasa perlu memberikan klarifikasi berdasarkan apa yang saya ketahui,” ujar Irvan Azis, pada Jumat (23/10/2026).
Menyinggung sejarah dan latar belakang Asep Japar
Irvan menjelaskan, latar belakang Asep Japar sebagai birokrat menjadi salah satu bagian dari perjalanan hidupnya sebelum menjabat sebagai Bupati Sukabumi. Ia turut menyinggung sejarah hubungan Golkar dengan unsur birokrasi dan ABRI pada masa lalu yang dikenal dengan istilah ABG.
Meski demikian, Irvan menegaskan bahwa aktivitas politik pribadi harus dibedakan dari tugas kedinasan sebagai aparatur pemerintahan.
“Yang saya sampaikan, keterlibatan dalam kegiatan partai dilakukan melalui kapasitas pribadi, bukan membawa institusi dinas. Jadi, aktivitas pribadi dan tanggung jawab kedinasan harus tetap dibedakan,” ujarnya.
Ia juga menyebut Asep Japar memiliki keterlibatan dalam organisasi yang berkaitan dengan keluarga besar Golkar, termasuk Kosgoro 1957 dan unsur Dewan Pembina. Rincian jabatan tersebut perlu merujuk pada dokumen kepengurusan resmi untuk memastikan ketepatannya.
Marwan Hamami turut menjadi bagian dari dinamika Golkar Sukabumi
Dalam pembahasan mengenai dinamika Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, nama H. Marwan Hamami juga menjadi perhatian. Marwan merupakan salah satu tokoh yang memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan daerah dan politik Golkar di Kabupaten Sukabumi.
Keterlibatan nama Marwan Hamami dalam pembicaraan mengenai dinamika internal partai perlu ditempatkan sesuai konteks, terutama terkait hubungan antartokoh, perjalanan organisasi, serta proses pengambilan keputusan di tubuh Golkar.
Irvan, yang menyebut dirinya sebagai relawan dan loyalis Golkar, menyampaikan klarifikasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai posisi Asep Japar di lingkungan partai. Namun, pernyataan mengenai hubungan personal maupun dukungan politik antara Asep Japar dan Marwan Hamami perlu dikonfirmasi secara langsung agar tidak menimbulkan penafsiran yang keliru.
Jawab pertanyaan masyarakat
Irvan mengatakan, klarifikasi ini muncul karena masih terdapat keraguan dan pertanyaan mengenai status serta aktivitas Asep Japar di Partai Golkar.
Ia berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih jelas dan tidak hanya mengandalkan kabar yang beredar di media sosial tanpa memeriksa kebenarannya.
“Tujuan saya memberikan penjelasan ini agar masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Kalau ada pertanyaan mengenai status, riwayat, dan aktivitas organisasi, sebaiknya kita melihat informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Singgung dukungan pimpinan partai
Dalam keterangannya, Irvan juga menyinggung dukungan atau arahan dari pimpinan Partai Golkar, yakni Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien Syaifuddin.
Pernyataan tersebut berkaitan dengan dinamika politik internal Golkar di Kabupaten Sukabumi. Meski demikian, bentuk dukungan, konteks arahan, serta keputusan resmi partai perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait agar pemberitaan tetap akurat.
Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai perjalanan Asep Japar di lingkungan Golkar sekaligus menempatkan dinamika antartokoh, termasuk Marwan Hamami, dalam konteks organisasi dan politik Kabupaten Sukabumi secara proporsional.





