Ducati dan Aprilia Soroti MotoGP 2027

Motor MotoGP 2027 menggunakan mesin 850cc. Meski kapasitas mesin dipangkas, kecepatan motor diperkirakan tetap tinggi. (Foto: Istimewa).

Jakarta | Matanusa.net – MotoGP akan memasuki era baru pada 2027 dengan penggunaan mesin berkapasitas 850cc. Meski kapasitas mesin dipangkas dari 1.000cc, motor generasi terbaru diperkirakan masih mampu melaju kencang dan mencatatkan waktu putaran yang kompetitif.

Perubahan regulasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pembalap dengan mengurangi kecepatan puncak motor. Namun, hasil pengembangan awal menunjukkan bahwa penurunan kapasitas mesin tidak serta-merta membuat performa motor merosot tajam.

Bos Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, mengatakan fokus utama regulasi baru adalah mengurangi kecepatan motor ketika pembalap mencapai ujung lintasan lurus dan bersiap memasuki tikungan.

“Alasan utama mengapa kami ingin mengurangi performa bukanlah catatan waktu putaran, melainkan kecepatan puncak saat para pembalap tiba di tikungan pertama,” ujar Dall’Igna, dikutip dari Crash.net, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, pengurangan tenaga dan kapasitas mesin tetap dapat memberikan manfaat bagi keselamatan, meskipun waktu putaran motor 850cc mendekati capaian motor 1.000cc pada musim 2026.

Kecepatan 368,6 Km/Jam Jadi Alarm

CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, turut menyoroti tingginya kecepatan motor MotoGP. Pada Mei 2026, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi dilaporkan mencapai 368,6 km/jam di Sirkuit Mugello, Italia.

Rivola menilai pengurangan tenaga sekitar 50 daya kuda berpotensi menekan kecepatan puncak motor generasi baru.

“Di Mugello, Marco dan Jorge sama-sama mencapai kecepatan 368,6 km/jam, dan itu angka yang cukup besar. Jadi, pengurangan tenaga sekitar 50 daya kuda tentu akan menurunkan kecepatan tersebut,” kata Rivola.

Meski begitu, motor 850cc masih menunjukkan potensi performa yang menjanjikan dalam tahap pengembangan. Para pembalap yang telah mencobanya juga memberikan kesan bahwa motor baru lebih mudah dikendalikan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa regulasi baru tidak hanya berfokus pada pengurangan kecepatan, tetapi juga pada karakter motor yang diharapkan lebih mudah dikelola pembalap.

Ban Pirelli Masih Jadi Tanda Tanya

Performa motor dalam satu putaran belum tentu mencerminkan kemampuannya sepanjang balapan. Konsistensi kecepatan, daya tahan ban, dan pengelolaan performa akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir.

Pergantian pemasok ban dari Michelin ke Pirelli pada 2027 juga menjadi variabel yang belum sepenuhnya diketahui. Karakter ban baru berpotensi memengaruhi catatan waktu dan perilaku motor di lintasan.

Rivola mengatakan motor generasi baru masih bisa tampil cepat di beberapa sirkuit, tetapi dampak pergantian ban perlu dilihat lebih jauh melalui pengujian.

“Untuk saat ini, dalam satu putaran saja, motor-motor tersebut tampak cukup cepat. Mungkin di beberapa lintasan akan sangat cepat, dengan selisih waktu yang lebih tipis dibandingkan motor 1.000cc. Namun, yang pasti, ban menjadi faktor pembeda yang masih belum sepenuhnya diketahui,” pungkasnya.

Selain mesin 850cc, regulasi MotoGP 2027 mencakup penghapusan perangkat ride-height, pembatasan aerodinamika, pengurangan batas bahan bakar, serta penurunan bobot minimum motor sebesar empat kilogram.

Rangkaian perubahan tersebut dirancang untuk mengurangi performa berlebihan sekaligus meningkatkan keselamatan dalam persaingan.

Kepastian mengenai kemampuan motor generasi baru akan terlihat dalam tes pascamusim di Valencia pada 1 Desember 2026. Pengujian dengan ban Pirelli itu akan menjadi salah satu acuan untuk melihat seberapa besar perubahan performa MotoGP menjelang musim 2027.