Disdagin Sukabumi Dorong IKM Bambu Naik Kelas Lewat Pelatihan Berbasis Potensi Lokal

Foto: Iustrasi.

Sukabumi | Matanusa.net – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) terus memperkuat pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) berbasis potensi daerah. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni menggelar pelatihan teknis pengolahan bambu bagi para pelaku IKM dari sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas daya saing pelaku usaha lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari pada 28 hingga 30 April 2026 itu diikuti sebanyak 30 peserta dari Kecamatan Caringin dan Kadudampit. Para peserta mendapatkan pembelajaran langsung mengenai teknik pengolahan bambu menjadi produk furniture seperti meja dan kursi.

Menurut Dani, kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian teori, namun juga memperbanyak praktik lapangan agar peserta memiliki pengalaman langsung dalam proses produksi. Disdagin juga menyediakan bahan baku serta perlengkapan praktik untuk mendukung kelancaran pelatihan.

“Peserta diberikan kesempatan mempraktikkan teknik pengolahan bambu secara langsung sehingga keterampilan yang diperoleh bisa segera diterapkan dalam usaha mereka,” ujarnya, pada Sabtu (9/5/2026).

Sementara itu, Penyuluh Perindustrian Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dhany Haryanto, mengatakan konsep pelatihan disusun sesuai potensi sumber daya alam di masing-masing wilayah. Kecamatan Caringin dan Kadudampit dipilih karena memiliki ketersediaan bahan baku bambu yang cukup melimpah.

Ia menilai pendekatan pelatihan berbasis potensi lokal menjadi strategi penting dalam mendorong tumbuhnya produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Pelatihan ini diarahkan agar pelaku IKM mampu menghasilkan produk berkualitas, memiliki nilai estetika, dan mampu bersaing di pasar lokal hingga nasional,” jelasnya.

Dhany menambahkan, hasil karya peserta selama pelatihan menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Berbagai produk furniture bambu yang dihasilkan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai produk unggulan Kabupaten Sukabumi.

Selain meningkatkan keterampilan, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penguasaan teknologi produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas usaha.

Disdagin Kabupaten Sukabumi berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi pelaku IKM bambu untuk naik kelas serta menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berkelanjutan.

Tidak hanya pelatihan, Disdagin juga memberikan dukungan berupa bantuan peralatan kepada pelaku IKM bambu di Desa Cihanyawar, Kecamatan Nagrak, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha kecil,” pungkasnya.

Pos terkait