Pemkot Sukabumi Dorong RT, RW, dan LPM Siaga Bencana Sambil Perkuat Ekonomi Warga

Foto: Dokpim.

Sukabumi Kota | Matanusa.net — Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan pentingnya peran RT, RW, dan LPM dalam membangun kesiapsiagaan bencana di wilayahnya, sekaligus mendukung upaya penanggulangan kemiskinan melalui program berbasis gotong royong. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Ketua RT, RW, dan LPM Kelurahan Jayamekar di Aula Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, pada Jumat (18/7/2025).

Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan praktis dalam menghadapi potensi bencana.

Lurah Jayamekar, Ragam Zainul Alam, menyebut bimtek ini penting sebagai bekal bagi para ketua RT, RW, dan LPM dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat. “Selain kesiapsiagaan bencana, tujuan besar kami adalah meningkatkan koordinasi lintas lembaga untuk kesejahteraan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Baros, Hendaya, mengingatkan bahwa mitigasi bencana tidak hanya soal respons saat kejadian, tetapi juga soal upaya pencegahan dan pemulihan yang sistematis.

Dalam arahannya, Wali Kota Sukabumi menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus bekerja sesuai aturan, menjaga kinerja pembangunan tetap optimal, dan menyatukan langkah untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kita punya target besar, kemiskinan 0%. Karena itu kita siapkan program-program pembangunan berbasis kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi produktif,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Pemkot kini mengoptimalkan dana abadi kota, kampanye wakaf, infak, CSR, hingga pinjaman tanpa bunga bagi UMKM sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi warga. Dalam acara ini, H. Ayep Zaki turut melakukan simulasi wakaf uang digital melalui QRIS sebagai wujud literasi keuangan syariah bagi peserta,” pungkasnya.

Bimtek ini menjadi langkah nyata Pemkot Sukabumi untuk memastikan kesiapsiagaan bencana tidak hanya soal tanggap darurat, tetapi juga bagian integral dari pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya di tingkat kelurahan.

Pos terkait