Warga Gempar! 2 Remaja Sukabumi Tersambar Kereta Saat Motor Mati di Rel

Warga bersama petugas tengah mengevakuasi dua pelajar SMK yang terluka parah usai terserempet KA Siliwangi di perlintasan tanpa palang pintu di Cireunghas, Sukabumi, Jumat (18/7). Kedua korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. (Foto: Istimewa).

Sukabumi | Matanusa.net — Suasana pagi yang tenang di Kampung Gandasoli, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, mendadak gempar setelah suara deru kereta api bercampur jeritan warga pecah di perlintasan sebidang tanpa palang pintu, pada Jumat (18/7/2025). Dua remaja pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terserempet Kereta Api (KA) Siliwangi yang melaju dari arah Cipatat menuju Sukabumi, setelah motor mereka mogok tepat di tengah rel.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB ini menyita perhatian warga sekitar. Kedua korban diketahui berinisial SR (17), warga Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, dan MM (16), warga kampung setempat. Mereka saat itu dalam perjalanan pulang sekolah sambil berboncengan motor.

Menurut keterangan saksi mata, saat tiba di perlintasan KM 64+6/7, motor korban terlihat seperti kehilangan tenaga. Mesin mendadak mati, sementara dari kejauhan suara klakson KA sudah terdengar. Warga yang berada di sekitar berteriak memberi peringatan, namun jarak sudah terlalu dekat. Seketika, KA menyambar bagian motor hingga kedua remaja terpental.

Warga panik berhamburan membantu mengevakuasi kedua korban yang tergeletak dengan luka-luka cukup serius. “Suasana pagi itu jadi heboh, banyak yang teriak-teriak minta tolong. Anak-anak itu katanya baru pulang sekolah,” tutur salah seorang saksi, ES (30), petugas Stasiun Gandasoli yang pertama kali melapor ke polisi.

Petugas kepolisian dari Polsek Cireunghas yang tiba di lokasi segera melakukan pengamanan. Sepeda motor korban diamankan, sementara kedua remaja dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Sukabumi. Hingga berita ini ditulis, keduanya masih dalam perawatan intensif.

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPTU Astuti Setyaningsih, membenarkan kejadian nahas ini. “Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, memang motor korban mogok tepat di tengah rel. Ini kembali mengingatkan kita pentingnya berhati-hati, apalagi di perlintasan tanpa palang pintu yang rawan,” ujarnya.

Sementara itu, dari pihak PT KAI Daop 2 Bandung, Manager Humasda Kuswardojo juga mengonfirmasi insiden tersebut. “Kejadian tepat pukul 09.56 WIB. Dua remaja tertemper KA Siliwangi di perlintasan liar tanpa palang pintu. Kereta sempat terlambat 5 menit karena pemeriksaan sarana dan jalur,” ungkapnya.

Menurutnya, kereta api tidak bisa berhenti secara mendadak mengingat bobot dan kecepatan. Ia menekankan kembali pentingnya disiplin pengguna jalan saat melintas di rel kereta api. “Rel kereta itu jalur khusus dan prioritas. Jangan memaksa lewat bila sudah terdengar suara kereta. Patuhi rambu demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Kini, pihak Unit Laka Lantas Polres Sukabumi Kota juga turun tangan untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab kecelakaan. Polisi berharap masyarakat lebih waspada di titik-titik rawan dan tidak ceroboh saat melintas.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi siapa saja bahwa kelalaian sekecil apapun di perlintasan sebidang bisa berujung bencana.

Pos terkait