Ukir Prestasi di Usia Muda, Nazier Keshya Sabet Juara II Pencak Silat di Kadudampit

Sukabumi | Matanusa.net – Semangat dan kerja keras dalam berlatih kembali membuahkan hasil membanggakan. Nazier Keshya Damara, siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, berhasil meraih Juara II dalam Festival Pasanggiri Pencak Silat tingkat Kecamatan Kadudampit kategori Tunggal Pra Remaja Putra, Minggu (25/10/2026).

Kejuaraan tersebut digelar dalam rangka Milangkala ke-45 Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit. Prestasi ini menjadi pencapaian positif bagi Nazier yang masih duduk di bangku kelas VII SMP, sekaligus menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuannya di bidang seni bela diri tradisional.

Nazier merupakan putra kedua Irvan Azis. Keberhasilannya meraih posisi kedua menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Pencapaian tersebut juga diharapkan menjadi motivasi agar Nazier semakin giat berlatih, menjaga kedisiplinan, dan berani menghadapi tantangan dalam setiap kompetisi.

Irvan Azis mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian sang putra. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan awal perjalanan panjang yang masih membutuhkan proses, ketekunan, serta semangat untuk terus belajar.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas pencapaian Nazier yang berhasil meraih Juara II. Ini menjadi titik awal untuk menuju kesuksesan. Jangan cepat puas dengan hasil yang sudah diraih, terus semangat berlatih, tingkatkan kemampuan, dan jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ia berharap pencapaian tersebut tidak membuat Nazier berhenti berusaha, melainkan semakin termotivasi untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas penampilannya pada kejuaraan berikutnya.

Menurutnya, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga sarana membentuk karakter generasi muda. Melalui latihan yang konsisten, anak-anak dapat belajar tentang kedisiplinan, sportivitas, keberanian, tanggung jawab, serta menghormati orang lain.

“Sebagai orang tua, tentu kami berharap Nazier terus berkembang dan tetap rendah hati. Kemenangan maupun kekalahan harus menjadi pelajaran. Yang terpenting adalah terus berusaha, menghormati pelatih dan lawan, serta tidak pernah berhenti belajar,” pungkasnya.

Prestasi Nazier menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari kemenangan tertinggi. Dengan kemauan untuk terus berlatih, dukungan keluarga, dan semangat pantang menyerah, setiap pencapaian dapat menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.

Semoga prestasi ini menjadi awal dari perjalanan panjang Nazier dalam mengukir berbagai pencapaian sekaligus ikut menjaga kelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

Pos terkait