Dpmd Sukabumi Dukung Sinergi Pembangunan Desa Lewat TMMD ke-130

Foto: Dpmd Kabupaten Sukabumi.

Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi mendukung sinergi pembangunan desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Dukungan tersebut terlihat dalam kunjungan kerja Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Inspektorat Jenderal TNI Angkatan Darat (Itjenad), Sabtu (24/10/2026), yang turut dihadiri Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri, S.Sos., M.AP.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses infrastruktur serta mendukung pemberdayaan warga desa.

Ahmad Samsul Bahri menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

“Pembangunan desa membutuhkan sinergi dan keterlibatan semua pihak. Melalui kolaborasi seperti program TMMD ini, diharapkan kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi dan hasil pembangunan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Wasev Itjenad, Kolonel Inf Mochamad Andi Prihantono, bersama Komandan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi sekaligus Dansatgas TMMD ke-130, Letkol Inf Agung Ariwibowo, S.Hub.Int., meninjau sejumlah sasaran pembangunan di Desa Mekarjaya.

Adapun sasaran fisik TMMD meliputi pengaspalan jalan penghubung Kampung Cikole–Kampung Bojonggadog, rehabilitasi posyandu, pembangunan sumur bor dan MCK, rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), perbaikan jembatan, sarana ibadah, serta kegiatan penghijauan dan ketahanan pangan.

Berdasarkan paparan Dansatgas TMMD, capaian sasaran fisik secara keseluruhan telah mencapai sekitar 85 persen, sedangkan sasaran nonfisik mencapai 50 persen.

Dari perspektif pembangunan desa, keberadaan infrastruktur yang memadai diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan akses terhadap pelayanan dasar, serta menunjang aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Selain pembangunan fisik, kegiatan nonfisik melalui penyuluhan kesehatan, pertanian, peternakan, pengembangan UMKM, dan wawasan kebangsaan juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat.

Ahmad Samsul Bahri berharap, sinergi lintas sektor dalam program TMMD dapat terus diperkuat sehingga pembangunan yang dilaksanakan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Harapannya, seluruh hasil pembangunan dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Semangat gotong royong dan partisipasi warga juga perlu terus dipelihara agar pembangunan desa berjalan berkelanjutan,” pungkasnya.

Pos terkait