Sukabumi | Matanusa.net – Sebuah kepedulian nyata ditunjukkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dampal Jurig Peduli Sesama, pada Minggu (31/8/2025), lembaga ini memberikan bantuan dana untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Imas Masitoh, seorang janda kurang mampu yang tinggal bersama dua putrinya di Kampung Sindanglengo, Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi.
Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, yang datang bersama perwakilan pengurus, tokoh masyarakat Ustadz Baban Subagya, pemuda Sindanglengo, serta sejumlah warga sekitar. Suasana penuh haru menyelimuti ketika bantuan itu diterima langsung oleh Imas bersama kedua putrinya—satu duduk di kelas 5 SD dan satu lagi masih balita—yang sejak tiga tahun lalu harus hidup tanpa sosok ayah.
Harapan Baru untuk Ibu Imas dan Kedua Putrinya
Rumah yang selama ini ditempati keluarga kecil tersebut kondisinya memprihatinkan. Kayu-kayu penyangga mulai lapuk, atap banyak yang bocor, serta dinding yang sudah tidak kokoh lagi. Warga khawatir rumah itu bisa roboh sewaktu-waktu, terutama saat hujan deras atau angin kencang.
Ustadz Baban Subagya yang selama ini mendampingi keluarga itu mengungkapkan bahwa sudah berkali-kali pihaknya mengajukan permohonan bantuan rutilahu melalui program pemerintah. Namun, hingga kini belum ada realisasi. “Padahal kalau dilihat dari kondisi, rumah ini sudah sangat layak untuk masuk program bantuan. Karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami akhirnya berinisiatif membangun dengan cara rereongan warga,” jelasnya.
Berkat gotong royong masyarakat dan sedikit demi sedikit bantuan yang masuk, pembangunan rumah tersebut kini sudah mencapai sekitar 60 persen. Dinding sebagian sudah berdiri, pondasi mulai kokoh, dan rangka atap tengah disiapkan. Namun, masih dibutuhkan biaya tambahan agar rumah itu benar-benar bisa selesai dan layak huni.
Komitmen LSM Dampal Jurig
Dalam kesempatan itu, Ketua LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan semata materi, tetapi juga bentuk kepedulian dan motivasi agar keluarga tersebut tidak merasa sendirian. “Kami datang bukan hanya membawa sedikit bantuan dana, tapi juga doa dan semangat. Insyaallah, ini bukan yang terakhir. Kami akan berusaha kembali hadir pada tahap berikutnya sesuai kemampuan lembaga. Intinya, kita semua harus saling mendukung agar Ibu Imas dan kedua anaknya bisa memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” ucap Irvan.
Irvan juga menyampaikan bahwa gerakan sosial seperti ini lahir dari rasa empati masyarakat. LSM Dampal Jurig, menurutnya, hadir untuk menjembatani kepedulian berbagai pihak agar bisa lebih terarah dan bermanfaat.
Rasa Syukur dan Apresiasi
Dengan mata berkaca-kaca, Imas Masitoh menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. “Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih. Bukan besar kecilnya bantuan yang kami lihat, tapi perhatian, kepedulian, dan kepekaan sosial inilah yang benar-benar meringankan beban kami. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” tuturnya lirih sambil menggenggam erat kedua tangan putrinya.
Senada dengan itu, Ustadz Baban Subagya menambahkan, “Kita tidak bisa menunggu terus. Rumah ini harus segera diselamatkan sebelum roboh. Alhamdulillah, dengan gotong royong dan bantuan dari LSM, sekarang sudah terlihat hasilnya. Tinggal sedikit lagi agar rumah ini bisa ditempati dengan layak.”
Gotong Royong sebagai Kekuatan
Kisah pembangunan rumah Ibu Imas menjadi contoh nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih kuat di tengah masyarakat. Dengan rereongan warga, dukungan tokoh masyarakat, serta perhatian dari lembaga sosial, perlahan-lahan beban berat satu keluarga bisa diringankan.
Bagi warga Desa Cijengkol, apa yang dilakukan LSM Dampal Jurig menjadi bukti bahwa kebersamaan dapat menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.
“Saat ini, pembangunan rumah keluarga Ibu Imas sudah mencapai 60 persen dan akan terus dilanjutkan secara bertahap. Diharapkan ke depan, lebih banyak pihak yang ikut membantu agar rumah tersebut segera bisa ditempati kembali dengan layak dan aman,” pungkasnya.





