Bersama Kuncen Leuweung Lengkob, LSM Dampal Jurig Hijaukan Kaki Gunung Walat

LSM Dampal Jurig Jabar bersama Kuncen Leuweung Lengkob dan warga terus bergerak menghijaukan kaki Gunung Walat melalui aksi penanaman 2 ribu pohon demi menjaga kelestarian alam, sumber mata air, dan mencegah bencana longsor. (Foto: R. Iyan Satria).

Sukabumi | Matanusa.net – Semangat pelestarian lingkungan terus digelorakan di Kabupaten Sukabumi. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dampit Peduli Lingkungan Jurang Rimba Gunung atau LSM Dampal Jurig bersama Kuncen Leuweung Lengkob dan masyarakat menggelar aksi penanaman 2 ribu pohon di kawasan kaki Gunung Walat, tepatnya di Kampung Cipeureu, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, pada Minggu (10/5/2026).

Kegiatan bertajuk penyelamatan lingkungan hidup dan konservasi alam tersebut dilakukan di sejumlah titik rawan kerusakan lingkungan, seperti lahan kosong bekas galian pasir, area rawan longsor, sumber mata air Cibancet, bantaran sungai, tepi jalan, hingga pekarangan rumah, sekolah dan kantor pemerintahan.

Aksi penghijauan ini mendapat dukungan penuh dari warga sekitar yang turut terlibat langsung dalam proses penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam di kawasan kaki Gunung Walat.

Beragam jenis pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, mulai dari tanaman keras endemik Gunung Walat seperti puspa, damar, pinus, jati, sonokeling dan mahoni, hingga berbagai tanaman produktif dan buah-buahan seperti durian, alpukat, manggis, rambutan, dukuh, pete, lengkeng, jengkol, jambu, mangga, jeruk dan nangka.

Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Azis mengatakan, gerakan penghijauan ini bukan kali pertama dilakukan pihaknya. Menurutnya, kegiatan penanaman pohon sudah menjadi agenda berkelanjutan yang dilaksanakan secara bertahap bersama berbagai komunitas dan elemen masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjaga kelestarian lingkungan dan hutan. Hari ini kami bersama Kuncen Leuweung Lengkob serta warga melakukan penanaman sebagai upaya nyata menyelamatkan kaki Gunung Walat,” ujarnya.

Irvan menambahkan, budaya menanam pohon memiliki banyak manfaat besar bagi kehidupan masyarakat. Selain menjadi langkah mitigasi bencana seperti banjir dan longsor saat musim hujan, penghijauan juga diyakini mampu menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.

“Kalau hutan terjaga, sumber air akan tetap ada. Selain itu pohon buah yang ditanam nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat dan membantu menjaga ketahanan pangan warga,” pungkasnya.

Di akhir kegiatan, Irvan Azis turut mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup. Ajakan tersebut disampaikan melalui jargon khas LSM Dampal Jurig berbahasa Sunda:

“Hayu Urang Ngamumule Leuweung Nepika Hejo Meh Rakyat Ngejo, sabab lamun leuweung rusak cai beak manusa balangsak katalangsara. Leuweung Weuteuh Beuteung Seubeuh.”

Gerakan penghijauan tersebut juga sejalan dengan ajakan Gubernur Jawa Barat serta Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., dalam mendorong gerakan “Hejokeun Leuweung” demi mewujudkan Sukabumi yang hijau, lestari dan penuh keberkahan menuju Jawa Barat Istimewa.

Pos terkait