Sukabumi | Matanusa.net – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Hal itu tampak dalam kegiatan Pelatihan Inovasi Produk Bahan Baku Lokal yang digelar di Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (31/10/2025).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, M.H., ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap program Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). Melalui pelatihan ini, Dinas Pariwisata berupaya mengembangkan potensi kuliner kreatif berbasis bahan lokal, yang tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga sarat nilai budaya dan kearifan lokal.
Dalam sambutannya, Ali Iskandar menekankan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan dua pilar penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Menurutnya, desa memiliki kekuatan luar biasa dalam menciptakan produk unggulan yang mampu bersaing di pasar lebih luas jika dikelola dengan inovasi dan strategi pemasaran yang tepat.
“Kami ingin agar masyarakat desa, khususnya para perempuan, tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga produsen yang kreatif. Labu madu ini memiliki potensi besar—bisa diolah menjadi cake labu, keripik labu, hingga dodol labu yang punya nilai jual tinggi. Ini langkah kecil tapi berdampak besar untuk kemandirian ekonomi,” ujar Ali Iskandar.
Melalui pelatihan ini, para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari tim penggerak ekonomi kreatif dan instruktur kuliner profesional mengenai cara mengolah bahan lokal menjadi produk inovatif, teknik pengemasan modern, serta strategi pemasaran digital. Tujuannya, agar produk hasil olahan masyarakat Gunungguruh bisa dikenal luas dan mampu bersaing di pasar online maupun offline.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk memahami pentingnya branding, kebersihan produk, serta legalitas usaha seperti izin PIRT dan sertifikasi halal, yang menjadi syarat penting dalam memperluas jangkauan pasar.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi, pelatihan ini juga sejalan dengan visi Kabupaten Sukabumi dalam membangun pariwisata berkelanjutan, di mana potensi alam dan sumber daya lokal dimanfaatkan secara bijak tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha lokal, kita ingin menjadikan Sukabumi sebagai daerah yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Gunungguruh. Banyak peserta, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku UMKM, mengaku termotivasi untuk mulai berkreasi dengan bahan lokal yang selama ini dianggap biasa, namun ternyata menyimpan potensi ekonomi besar,” pungkasnya.
Pelatihan ini diakhiri dengan sesi demo produk olahan labu madu dan pameran hasil karya peserta. Harapannya, produk-produk inovatif tersebut dapat menjadi cikal bakal produk unggulan desa, serta mendorong UMKM naik kelas menuju pasar regional bahkan nasional.





