Pemkot Sukabumi Apresiasi Persistri Gelar Seminar Lingkungan, Kia Florita Tekankan Aksi Nyata

Foto: Dokpim.

Sukabumi Kota | Matanusa.net – Pemerintah Kota Sukabumi memberikan apresiasi tinggi kepada Persatuan Islam Istri (Persistri) Kota Sukabumi atas penyelenggaraan seminar lingkungan yang dinilai bermanfaat dan relevan dengan kondisi saat ini.

Acara yang digelar di Pusat Dakwah Persis ini dihadiri Ketua Bidang I TP-PKK Kota Sukabumi, Kia Florita, serta Ketua PD Persistri Kota Sukabumi, Hj. Ida Farida, pada Sabtu (13/9/2025).

Dalam sambutannya, Kia Florita menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral sebagai khalifah di muka bumi. Ia mengutip ayat Al-Qur’an, QS. Al-A’raf: 56, sebagai pengingat bahwa manusia dilarang membuat kerusakan di muka bumi.

Menurutnya, tema lingkungan yang diangkat Persistri sangat penting, mengingat Kota Sukabumi tengah menghadapi berbagai persoalan, mulai dari meningkatnya volume sampah rumah tangga, penggunaan plastik sekali pakai, hingga berkurangnya ruang terbuka hijau.

“Masalah ini tidak bisa dipandang remeh karena akan berdampak langsung pada kehidupan generasi mendatang,” ujar Kia.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemerintah menyambut baik keterlibatan berbagai komunitas, termasuk gerakan Restoe Boemi yang digagas Wali Kota dan Wakil Wali Kota, dalam upaya mengurangi persoalan sampah. Komunitas ini turut berkolaborasi dengan PKK untuk memperkuat kepedulian lingkungan di tingkat keluarga.

“PKK memiliki peran strategis melalui 10 Program Pokoknya untuk menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan sejak dini,” tambahnya.

Kia juga menyoroti tantangan serius terkait kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang diperkirakan penuh pada akhir tahun ini. Dengan produksi sampah sekitar 200 ton per hari, dibutuhkan langkah cepat agar tidak menimbulkan dampak lingkungan dan sanksi.

Sebagai solusi, ia mendorong penerapan gerakan biopori, penguatan bank sampah, hingga dukungan komunitas pencinta lingkungan seperti Restoe Boemi. Seminar ini, kata Kia, tidak boleh berhenti pada diskusi, tetapi harus dilanjutkan dengan aksi nyata, seperti pemilahan sampah dari rumah, penghijauan lingkungan, serta pelatihan daur ulang.

Dengan sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas lingkungan, dan keluarga, ia optimis masalah sampah di Kota Sukabumi dapat ditangani.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT, membawa manfaat bagi masyarakat, serta menjadi warisan terbaik untuk anak cucu kita kelak,” pungkasnya.

Pos terkait