Dukung TMMD Ke-127 Tahun 2026, Dppkb Kabupaten Sukabumi Gelar Penyuluhan KB di Desa Parakanlima

Foto: Dppkb Kabupaten Sukbumi.

Sukabumi | Matanusa.net – Dalam rangka mendukung pelaksanaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sukabumi (DPPKB) turut ambil bagian dengan menggelar penyuluhan Keluarga Berencana (KB) di Kedusunan Mekarsari, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nomor 274/KB.08/E4/2026 tanggal 10 Februari 2026 tentang dukungan program KB pada kegiatan TMMD Tahun 2026. Penyuluhan tersebut menjadi bagian dari kegiatan non fisik TMMD Ke-127 yang diselenggarakan oleh Kodim 0607/Sukabumi.

Kegiatan ini memperkuat integrasi program pembangunan lintas sektor, khususnya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat pedesaan mengenai pentingnya perencanaan keluarga. Melalui pendekatan edukatif, DPPKB memberikan materi terkait kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, serta pemahaman mengenai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Kepala Bidang KB DPPKB Kabupaten Sukabumi, Fery Budiman, menegaskan bahwa kolaborasi bersama TNI melalui TMMD menjadi momentum strategis dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan TMMD ini, kami fokus pada penguatan edukasi dan penyuluhan mengenai pentingnya perencanaan keluarga. Sinergi dengan Kodim sangat penting untuk memperluas jangkauan informasi, terutama di wilayah yang membutuhkan peningkatan pemahaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan DPPKB dalam TMMD merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan wawasan dan kesadaran masyarakat tentang keluarga berkualitas.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI, pelaksanaan TMMD Ke-127 diharapkan tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik di wilayah pedesaan, tetapi juga memperkuat pembangunan non fisik melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Pos terkait