Rem Blong! Truk Pengangkut Tanah Hantam Warung di Cibadak

Petugas kepolisian bersama warga mengevakuasi truk pengangkut tanah yang mengalami rem blong dan menabrak warung mi ayam di kawasan Leuwigoong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Istimewa).

Sukabumi | Matanusa.net — Suasana ramai di Jalan Raya Suryakancana, kawasan Leuwigoong, Kecamatan Cibadak, mendadak berubah mencekam, pada Senin (4/11/2025) sore. Sebuah truk bermuatan tanah bernomor polisi B 9996 VJ tiba-tiba melaju tak terkendali dan menghantam warung mi ayam di tepi jalan. Dalam sekejap, teriakan warga pun pecah bersamaan dengan suara benturan keras yang mengguncang kawasan itu.

Truk yang diketahui membawa material tanah proyek Tol Bocimi itu datang dari arah Palabuhanratu menuju Bogor. Diduga mengalami rem blong, kendaraan raksasa tersebut melaju zig-zag sebelum akhirnya menabrak warung sederhana yang saat itu sedang melayani pembeli.

Warung dan gerobak mi ayam milik pasangan suami istri itu hancur berantakan. Keduanya terseret beberapa meter dari lokasi dan mengalami luka-luka cukup serius. Mereka segera dievakuasi warga dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Salah seorang saksi mata, Hendriawan (40), yang tengah makan di sekitar lokasi, masih terlihat syok saat menceritakan kejadian tersebut. “Semua terjadi begitu cepat. Sopir sempat teriak ‘rem blong!’ sebelum truk menghantam warung. Orang-orang langsung panik dan berlarian,” ujarnya dengan nada gemetar.

Tak hanya warung yang rusak, satu unit motor Yamaha Fino milik pedagang bakso yang terparkir di depan lokasi juga ringsek tak berbentuk. Puing-puing kayu, gerobak, dan mangkuk pecah berserakan di jalanan.

Kanit Lantas Polsek Cibadak, Ipda Yoga Permana Setiawan, membenarkan kejadian nahas tersebut. Menurutnya, truk sempat hilang kendali di tengah kondisi lalu lintas yang padat. “Dugaan awal, sistem pengereman truk bermasalah hingga sopir tak mampu menghentikan laju kendaraan. Tidak ada korban jiwa, namun dua orang pedagang mengalami luka cukup serius,” jelasnya.

Sopir truk sempat meninggalkan lokasi sesaat setelah kejadian untuk menghindari amukan warga. Namun, pihak kepolisian memastikan dirinya bukan melarikan diri, melainkan mengamankan diri dari kerumunan. “Kami sudah mengantongi identitas sopir dan berkoordinasi dengan pihak perusahaan pemilik kendaraan. Evakuasi truk sedang berlangsung,” pungkas Ipda Yoga.

Hingga malam hari, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan di lokasi. Sementara arus lalu lintas di jalur utama Bogor–Sukabumi sempat tersendat panjang akibat proses evakuasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya pemeriksaan rutin kendaraan berat yang melintas di jalur padat Kabupaten Sukabumi — agar tragedi serupa tak kembali terulang.

Pos terkait