Bunda PAUD Kota Sukabumi Tekankan Peran Keluarga dan Pendidikan Usia Dini dalam Mencetak Generasi Emas

Foto: Dokpim.

Sukabumi Kota | Matanusa.net – Bunda PAUD Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, hadir sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan pembinaan dan sosialisasi peran Bunda PAUD yang digelar di Auditorium KH Ahmad Sanusi, Pondok Pesantren Syamsul Ulum, pada Jumat (19/9/2025).

Acara ini diikuti lebih dari 400 peserta yang terdiri atas pendidik PAUD, pengawas, penilik, perwakilan lembaga pendidikan, serta orang tua siswa PAUD se-Kecamatan Gunungpuyuh dan Warudoyong.

Turut hadir Kabid PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Eri, Ketua Pokja PAUD, Bunda PAUD Kecamatan Gunungpuyuh dan Warudoyong, Ketua IGTKI, Ketua Himpaudi, serta tamu undangan lainnya.

Dalam laporannya, Eri menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter dan kemampuan anak.

“Masa golden age adalah fase yang tidak bisa diulang, sehingga stimulasi kognitif, motorik, emosional, serta pembentukan karakter harus dilakukan secara optimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ranty Rachmatilah menekankan bahwa Bunda PAUD memiliki tanggung jawab penting dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas. Program wajib belajar satu tahun pra-sekolah sebelum memasuki jenjang SD disebutnya sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak.

“Peran Bunda PAUD adalah kunci dalam mempersiapkan generasi emas yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global,” tegasnya.

Ranty juga mengingatkan orang tua agar membatasi penggunaan gawai pada anak-anak. Menurutnya, paparan gadget berlebihan bisa memicu efek dopamin instan yang berbahaya bagi perkembangan mental anak.

“Batasi penggunaan gadget, karena dampaknya bisa serius terhadap fokus dan pola perilaku anak,” tambahnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kesehatan mental orang tua, khususnya ibu, sebagai pondasi utama pendidikan anak.

“Sebelum mendidik anak, pastikan ibu merasa bahagia. Jangan mengabaikan kesehatan mental, karena meminta bantuan psikologis bukanlah kelemahan, tetapi keberanian,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap dapat memperkuat pondasi pendidikan anak sejak usia dini, memperbaiki kualitas SDM, serta membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan di era global. Dengan total 226 lembaga PAUD yang tersebar di Kota Sukabumi, kegiatan serupa akan dilaksanakan secara berkelanjutan demi terwujudnya visi pendidikan berkualitas.

Pos terkait