Sukabumi Kota | Matanusa.net — Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, melakukan pertemuan intensif dengan Direktur Utama Bank Jabar Banten (BJB), Yusuf Saadudin, di Menara BJB, Kota Bandung, pada Jumat (1/8/2025). Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk membangun sinergi lintas sektor yang lebih erat demi memperkuat struktur ekonomi lokal dan memperluas akses layanan publik bagi masyarakat Kota Sukabumi.
Direktur Utama BJB, Yusuf Saadudin, menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong koperasi sebagai pilar utama perekonomian rakyat.
“Kunjungan Wali Kota Sukabumi menjadi motivasi baru bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi. Salah satu pembahasan penting hari ini adalah penguatan 33 koperasi yang sudah aktif, termasuk Koperasi Merah Putih yang sangat potensial,” ujar Yusuf.
Ia menegaskan, koperasi harus mendapat pendampingan yang kuat dan dukungan finansial berkelanjutan agar mampu tumbuh mandiri dan berdaya saing.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi untuk membangun model sinergi antara pemerintah dan lembaga keuangan daerah. Menurutnya, langkah ini akan difokuskan pada penguatan layanan BUMD, seperti RSUD R. Syamsudin, SH (BLUD), PDAM, BPR, dan unit pasar.
“Alhamdulillah, pertemuan ini membuahkan hasil yang konkret. Kita akan menjadikan Sukabumi sebagai contoh kota yang mampu mengintegrasikan peran BUMD dan koperasi secara efektif,” ungkapnya.
Wali kota juga menambahkan bahwa keberhasilan operasional Koperasi Merah Putih di Kota Sukabumi menjadi bukti bahwa ekonomi berbasis masyarakat bisa maju bila dikelola secara profesional dan sehat.
Lebih lanjut, kolaborasi antara Pemkot Sukabumi dan BJB dinilai sebagai upaya membangun ekosistem pembangunan daerah yang tangguh, adaptif, dan pro-rakyat,” pungkasnya.
Dengan visi menuju Kota Sukabumi yang mandiri secara ekonomi, partisipatif, dan berkeadilan, langkah strategis ini diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga serta meningkatkan kinerja pelayanan publik secara menyeluruh.





