Workshop Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) hadirkan edukasi langsung dari pakar kesehatan jiwa. (Foto: Dok. PT Otsuka Indonesia).
Jakarta |Matanusa.net – PT Otsuka Indonesia (Otsuka) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menggelar Workshop Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di Tempat Kerja. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif “Mental Ease at Workplace” yang bertujuan meningkatkan kesadaran serta kapasitas dalam merespons masalah kesehatan mental di lingkungan kerja secara promotif dan preventif, pada Jumat 8 Agustus 2025.
Sebagai inisiator program “Mental Ease at Workplace”, Otsuka menegaskan komitmen berkelanjutan untuk menciptakan mental wellbeing yang optimal bagi karyawan. Perusahaan meyakini bahwa kesehatan mental adalah fondasi penting untuk menjaga produktivitas jangka panjang sekaligus membangun budaya kerja yang positif. Hal ini sejalan dengan filosofi Otsuka: “Otsuka-people creating new products for better health worldwide.”
Rincian Pelaksanaan Workshop P3LP
Hari/Tanggal: Kamis, 7 Agustus 2025
Waktu: 13.00 – 16.00 WIB
Tempat: Ruang Kartika, Pondok Indah Office Tower 1
Kapasitas: Maksimal 100 peserta
Biaya: Gratis & Bersertifikat
Acara dibuka dengan pemaparan oleh dr. Imran Pambudi, MPHM, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes RI. Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber ahli di bidang kesehatan jiwa:
Dr. dr. Yosephin Sri Sutanti, MS., SpOK-Subspesialis Psikososial Materi: Kesehatan Jiwa Pekerja dan Dampak Hazard Psikososial Lingkungan Kerja.
Pramudika R. Hapsari, M.Psi, Psikolog Materi: Praktik Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di Tempat Kerja.
Selain sesi edukasi, peserta berkesempatan mengikuti tes Heart Rate Variability (HRV) untuk mendeteksi tingkat stres secara objektif dan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga keseimbangan mental-fisik.
Kegiatan ini dihadiri ratusan first aider dari berbagai perusahaan di lingkungan Pondok Indah Office Tower, Jakarta Selatan, dan diharapkan menjadi langkah awal membangun sistem tanggap pertama terhadap gangguan psikologis di tempat kerja.
“Kami percaya kesehatan mental adalah aset krusial bagi setiap individu, terutama dalam konteks profesional. Melalui program Mental Ease at Workplace dan workshop P3LP ini, kami berharap first aider memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis untuk mengenali serta memberikan pertolongan awal bagi rekan kerja yang mengalami masalah psikologis,” ujar Sudarmadi Widodo, Direktur Human Capital and Corporate Communication Otsuka Group Indonesia.
Manajemen Gedung Pondok Indah Office Tower turut memfasilitasi acara ini sebagai bentuk komitmen sosial kepada seluruh tenant. Acara juga dimeriahkan oleh ION WATER, minuman isotonik rendah kalori, yang mengadakan lucky draw berhadiah tiket ke acara IONATION pada 30 Agustus mendatang. ION WATER juga rutin menggelar kelas olahraga, baik daring maupun luring setiap Rabu, untuk mendukung kesehatan mental melalui aktivitas fisik.
“Inisiatif ini adalah wujud nyata dukungan Otsuka terhadap upaya pemerintah menciptakan lingkungan kerja yang sehat, baik secara fisik maupun mental, demi produktivitas berkelanjutan,” tutup Widodo.
Tentang PT Otsuka Indonesia
Didirikan pada 1974, PT Otsuka Indonesia bergerak di industri farmasi dan merupakan anak perusahaan Otsuka Pharmaceutical Co., Ltd., Jepang. Produk yang dihasilkan meliputi cairan infus/injeksi, obat etikal, produk nutrisi medis khusus, serta alat kesehatan.
Mental Ease at Workplace adalah program strategis Otsuka Group untuk mendukung keberlanjutan sumber daya manusia dan kesejahteraan karyawan. Fokus program ini adalah membangun lingkungan kerja yang sehat secara mental dan menghapus stigma terkait isu kesehatan mental di tempat kerja.
Tujuan Utama:
Mewujudkan lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental.
Menghapus stigma terhadap isu kesehatan mental di tempat kerja.
Meningkatkan kesejahteraan psikologis (mental wellbeing) karyawan.
Menjaga produktivitas berkelanjutan melalui dukungan kesehatan mental.
Pendekatan Holistik:
Promotif – Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kesehatan mental.
Preventif – Mencegah gangguan kesehatan mental melalui intervensi dini.
Kuratif – Memberikan dukungan dan penanganan profesional bagi karyawan yang membutuhkan.
Rehabilitatif – Mendukung pemulihan dan reintegrasi karyawan tanpa stigma.