Ratusan Bendera Merah Putih Hiasi Jalanan Sukabumi, Aksi LSM Dampal Jurig Bikin Warga Tersenyum

Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, bersama Angota memasangkan bendera Merah Putih di spion angkot. Aksi ini mengajak warga untuk menghidupkan semangat nasionalisme di jalanan Sukabumi. (Foto: Irvan Azis).

Sukabumi | Matanusa.net – Klakson kendaraan bersahut-sahutan, namun di tengah riuhnya lalu lintas, ada pemandangan berbeda, pada Jumat pagi (8/8/2025). Sejumlah pengendara di Jalan Raya Bayangkara, Kota Sukabumi, tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok orang berseragam kuning-hitam. Bukan razia, melainkan ajakan penuh senyum: menerima dan memasang bendera Merah Putih mungil di kendaraan mereka.

Begitu bendera terpasang, suasana jalan langsung berubah. Spion angkot, kaca truk, kemudi becak, hingga gagang sepeda motor ojol kini dihiasi warna merah putih yang berkibar riang diterpa angin. Pemandangan ini bukan kebetulan, melainkan hasil aksi sosial LSM Dampit Peduli Lingkungan Jurang Rimba Gunung atau LSM Dampal Jurig dalam menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia.

Sejak pagi, anggota LSM sudah membagikan sekitar 800 bendera secara gratis di empat titik, mulai dari Jalan Bayangkara, kawasan Sukabumi–Cisaat, Kadudampit hingga Cibadak, dan secara bertahap akan menjangkau Pelabuhan Ratu. Para penerima bendera tak hanya pengemudi ojek online, tapi juga sopir angkot, truk, bus, kurir paket, hingga kusir delman.

“Bendera Merah Putih bukan sekadar hiasan. Ia simbol pengorbanan para pahlawan dan lambang persatuan bangsa. Kami ingin mengingatkan bahwa kemerdekaan tidak datang begitu saja, tapi diperjuangkan dengan darah dan air mata,” tegas Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Azis.

Tak sedikit pengemudi yang langsung memamerkan bendera di media sosial dengan tagar #SukabumiMerdeka. Beberapa bahkan mengajak penumpangnya berfoto. “Wah, gratis begini jarang-jarang, apalagi menjelang 17 Agustus. Saya jadi lebih semangat kerja,” ujar Dedi (39), sopir angkot trayek Sukabumi–Cisaat.

Bagi LSM Dampal Jurig, mengibarkan bendera hanyalah salah satu wujud cinta tanah air. Selama ini mereka aktif menggelar aksi penyelamatan lingkungan, penanaman pohon, dan kegiatan sosial lainnya. “Mencintai tanah air juga berarti menjaga alam dan persatuan yang diwariskan para pendahulu,” pungkas Irvan.

Menjelang siang, jalanan Sukabumi semakin berwarna. Bendera kecil itu mungkin sederhana, tapi bagi banyak warga, ia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah anugerah yang harus terus dijaga—dengan kebanggaan dan aksi nyata.

Pos terkait