Sukabumi Kota | Matanusa.net – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengatasi persoalan kemiskinan dengan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menarik lebih banyak investasi, khususnya melalui pembangunan infrastruktur strategis.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Saresehan West Java Economic Society (WJES) 2025 yang mengusung tema “Infrastruktur dan Konektivitas Segitiga Emas Sukabumi–Cianjur–Bogor”, yang digelar, pada Selasa (1/6/2025).
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa pembangunan konektivitas adalah kunci utama dalam meningkatkan efisiensi logistik, menstabilkan harga, dan memperkuat daya saing investasi di Kota Sukabumi.
“Kami terus mendorong inovasi fiskal, salah satunya dengan mengoptimalkan wakaf sebagai instrumen investasi daerah. Saat ini, hasil investasi wakaf sudah kami salurkan kepada 90 pelaku usaha lokal di Kota Sukabumi,” ujar H. Ayep Zaki.
Kota Sukabumi, lanjutnya, memiliki posisi strategis di antara Bogor dan Cianjur, yang menjadikannya simpul potensial dalam distribusi regional. Oleh karena itu, Pemkot berkomitmen untuk mengembangkan infrastruktur utama seperti Tol Bocimi, revitalisasi jalur kereta api, pembangunan Pasar Induk Sukabumi, serta percepatan Jalan Lingkar Selatan.
Berbagai proyek tersebut diharapkan mampu menurunkan biaya logistik, memperlancar arus barang, serta memperkuat posisi Sukabumi dalam rantai pasok regional.
Namun, Wali Kota juga mengakui adanya sejumlah tantangan strategis yang harus segera diatasi, seperti kepadatan infrastruktur akibat operasional Tol Bocimi, tingginya biaya distribusi, belum adanya pusat logistik modern, dan pengelolaan sampah perkotaan yang belum terintegrasi.
Sebagai solusi, Pemkot bersama para pemangku kepentingan merancang langkah konkret yang berbasis pada tiga pilar utama:
- Infrastruktur dan Pasar – Pengembangan Pasar Induk sebagai pusat distribusi regional dan optimalisasi jalur transportasi.
- Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular – Melibatkan UMKM dan komunitas lokal dalam pengelolaan sampah berbasis daur ulang.
- Kolaborasi Kawasan – Membangun sinergi lintas wilayah Sukabumi, Cianjur, dan Bogor dalam perencanaan tata ruang dan sistem pengelolaan sampah.
Dengan kolaborasi lintas daerah serta dukungan infrastruktur yang tepat, Pemkot Sukabumi optimistis dapat menciptakan iklim investasi yang subur dan berkelanjutan.
Saresehan WJES 2025 ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan posisi Sukabumi dalam peta pertumbuhan ekonomi regional Jawa Barat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan masa depan yang inklusif dan berdaya saing tinggi.





