Desy Ratnasari Apresiasi Desa Wisata Hanjeli: Dorong Pangan Lokal Jadi Andalan Nasional

Desy Ratnasari bersama pengelola dan pendamping Desa Wisata Hanjeli berfoto di gerbang desa. Menginspirasi upaya masyarakat menjadikan hanjeli sebagai bagian penting dari pangan nasional. (Foto: D2).

Sukabumi | Matanusa.net — Anggota DPR RI Komisi I Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Desy Ratnasari, melakukan kunjungan ke Desa Wisata Hanjeli di Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mendorong pelestarian pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi berbasis kearifan lokal.

Desa Wisata Hanjeli menawarkan pengalaman wisata yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat edukasi. Para pengunjung diajak untuk belajar proses budidaya hanjeli (Coix lacryma-jobi) secara organik, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen. Di sana, pengunjung juga diperkenalkan pada cara-cara tradisional mengolah hanjeli, seperti numbuk hanjeli di atas lisung dan nampi hanjeli di atas nampah, menggunakan alat-alat warisan nenek moyang.

Tanaman hanjeli sendiri merupakan tanaman lokal dengan sejarah panjang di masyarakat setempat, terkenal akan khasiat kesehatan dan nilai budayanya. Namun, modernisasi membuat tanaman ini hampir punah. Melihat potensi tersebut, masyarakat Desa Hanjeli menggagas program pelestarian hanjeli sekaligus mengembangkannya menjadi eduwisata ketahanan pangan.

“Pertama itu kami mencoba mengkonservasi pangan ini, karena pangan ini hampir punah. Kami coba olah jadi produk, dari mulai dodol, rengginang, beras, tepung, bahkan cake, sabun hanjeli, dan lainnya,” tutur Asep Hidayat Mustofa, Founder Desa Wisata Hanjeli, pada Kamis (10/7/2025).

Semangat ibu-ibu Desa Wisata Hanjeli melestarikan budaya dan pangan lokal! Dengan mengenakan busana tradisional dan alat-alat khas, mereka siap memperkenalkan hanjeli sebagai ikon ketahanan pangan nasional.

Desy Ratnasari dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif warga Desa Hanjeli. Menurutnya, keberadaan hanjeli sebagai pangan lokal bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat masyarakat Indonesia selain beras.

“Selain beras, kita perlu mengenalkan lagi bahan pangan lokal seperti hanjeli untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Ini inovasi yang bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi bangsa,” kata Desy.

Ia juga mendorong pengelola Desa Wisata Hanjeli untuk segera mendaftarkan hak kekayaan intelektual (HKI) dari berbagai inovasi produk berbahan dasar hanjeli sebagai bentuk perlindungan karya kreatif masyarakat.

“Saya berharap eduwisata seperti ini bisa terus berkembang, membawa pangan lokal kita naik kelas menjadi pangan nasional. Ini sangat strategis bagi kemandirian pangan kita ke depan,” tutup Desy.

Desa Wisata Hanjeli kini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pembangunan ketahanan pangan bisa berjalan beriringan.

Pos terkait