LSM Dampal Jurig Ajak Anak-Anak Tanam Pohon di Kaki Gunung Walat

Tanamkan Cinta Alam Sejak Dini, LSM Dampal Jurig Libatkan Anak-Anak dalam Gerakan “KDM Hejokeun Leuweung” di Kaki Gunung Walat. (Foto: R. Iyan Satria).

Sukabumi | Matanusa.net — Udara sejuk dan rimbunnya kawasan Leuweung Lengkob di kaki Gunung Walat, tepatnya di Blok Kampung Cipeureu, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, menjadi saksi semangat kepedulian lingkungan yang ditunjukkan Lembaga Swadaya Masyarakat Dampit Peduli Lingkungan Jurang Rimba Gunung (LSM Dampal Jurig), pada Minggu (24/5/2026).

Melalui gerakan bertajuk “KDM Hejokeun Leuweung”, LSM Dampal Jurig kembali melaksanakan aksi bakti lingkungan hidup dengan melakukan penanaman ratusan bibit pohon di kawasan konservasi kaki Gunung Walat. Kegiatan tersebut melibatkan anggota komunitas, warga sekitar, hingga anak-anak yang diajak turun langsung menanam pohon sebagai bentuk edukasi lingkungan sejak usia dini.

Berbagai jenis pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, mulai dari tanaman kehutanan seperti puspa, rasamala, damar, dan pinus, hingga pohon produktif yang memiliki manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat seperti durian, kopi, manggis, dan jengkol.

Namun yang paling menarik perhatian dalam aksi penghijauan tersebut adalah keterlibatan lima anak kecil yang tampak antusias mengikuti proses penanaman pohon bersama para relawan. Dengan mengenakan pakaian sederhana dan membawa bibit tanaman, anak-anak itu diajak memahami pentingnya menjaga kelestarian alam secara langsung di tengah kawasan hutan.

Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, mengatakan bahwa keterlibatan anak-anak dalam kegiatan konservasi merupakan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda agar memiliki rasa cinta terhadap alam dan lingkungan hidup sejak dini.

Menurutnya, menjaga hutan dan lingkungan tidak cukup hanya dilakukan oleh generasi sekarang, melainkan harus diwariskan kepada anak-anak sebagai penerus masa depan bumi.

“Kami sengaja melibatkan anak-anak dalam kegiatan ini agar mereka mengenal alam lebih dekat dan memahami bahwa hutan memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Menanam pohon memang terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar untuk masa depan lingkungan dan keberlangsungan hidup,” ungkap Irvan.

Ia menambahkan, gerakan penghijauan yang dilakukan LSM Dampal Jurig bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang dalam menjaga kawasan hutan di wilayah Sukabumi, khususnya di kaki Gunung Walat yang memiliki fungsi penting sebagai daerah resapan air dan penyangga ekosistem.

“Kelak bumi ini akan diwariskan kepada mereka. Maka sejak sekarang anak-anak harus diajarkan bagaimana mencintai alam, menjaga leuweung, dan menghargai lingkungan hidup. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap kelestarian bumi,” katanya.

Irvan juga menyoroti fenomena anak-anak yang kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget dibanding berinteraksi dengan alam. Menurutnya, mengenalkan anak kepada hutan dan lingkungan terbuka dapat memberikan pengalaman positif sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan ekologis.

“Daripada anak-anak hanya fokus bermain gadget yang kurang bermanfaat, lebih baik dibawa ke leuweung agar mereka tahu bagaimana alam memberikan kehidupan. Dengan begitu akan tumbuh rasa memiliki dan keinginan untuk menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Selain menjadi aksi penghijauan, kegiatan itu juga mempererat kebersamaan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan kaki Gunung Walat.

Melalui gerakan “KDM Hejokeun Leuweung”, LSM Dampal Jurig berharap semangat konservasi alam dapat terus tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi gerakan bersama dalam menjaga hutan demi masa depan generasi mendatang.

Pos terkait