Dinas Pariwisata Sukabumi Dorong Talaga Warna Nyalindung Jadi Destinasi Wisata Berbasis Konservasi

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, S.H., M.H. (baju putih), bersama Kepala Desa Nyalindung, Asep Supriadi (baju hitam), dan Camat Nyalindung, Antono, S.IP., (baju putih), serta perwakilan PTPN I Regional 2 (kemeja batik), maupun lainya, melakukan peninjauan dan diskusi terkait pengembangan Talaga Warna sebagai destinasi agrowisata berbasis konservasi di Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. (Foto: R. Iyan Satria).

Sukabumi | Matanusa.net – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, S.H., M.H., meninjau langsung potensi wisata Talaga Warna di Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, pada Jumat (24/7/2026). Dalam kunjungannya, Ali Iskandar menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mendorong pengembangan destinasi wisata berbasis konservasi yang mampu menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Ali Iskandar, Talaga Warna memiliki nilai sejarah dan potensi wisata alam yang sangat besar. Ia mengungkapkan bahwa kawasan Nyalindung diyakini berasal dari kata Panjalindungan yang berarti tempat berlindung. Bahkan, berdasarkan cerita sejarah, wilayah tersebut pernah menjadi lokasi perpindahan ibu kota Kawedanaan Jampang Tengah pada masa lampau.

“Talaga Warna memiliki daya tarik yang luar biasa. Selain menyimpan sejarah, kawasan ini juga memiliki kekayaan alam yang harus tetap dijaga. Konservasi harus menjadi prioritas, namun pada saat yang sama kawasan ini dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ali Iskandar.

Ia menjelaskan, pengembangan Talaga Warna akan dilakukan melalui pola kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Desa Nyalindung, PTPN I Regional 2 selaku pengelola lahan, serta masyarakat. Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan destinasi wisata yang berkelanjutan tanpa mengabaikan fungsi konservasi lingkungan.

Sementara itu, Kepala Desa Nyalindung, Asep Supriadi, mengatakan masyarakat telah lama memimpikan Talaga Warna menjadi destinasi wisata desa. Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut sangat penting untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus menjaga keberlangsungan sumber mata air yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami pemerintah dapat mendukung pembangunan wisata Talaga Warna. Konsep yang kami inginkan adalah wisata konservasi, karena kawasan ini merupakan sumber mata air bagi masyarakat Nyalindung sehingga flora dan fauna yang ada wajib dilestarikan,” ujar Asep Supriadi.

Asep Supriadi juga menjelaskan asal-usul nama Talaga Warna. Dahulu kawasan tersebut dipenuhi pepohonan yang sangat rimbun dengan beragam warna daun. Pantulan warna pepohonan ke permukaan air telaga menciptakan gradasi warna yang indah sehingga masyarakat kemudian menamainya Talaga Warna.

Selain memiliki pesona alam, kawasan tersebut juga menyimpan jejak sejarah peninggalan masa kolonial Belanda, seperti bekas bangunan perkebunan, tangsi, hingga lokasi penyulingan hasil perkebunan yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan wilayah Nyalindung.

Di tempat yang sama, Camat Nyalindung, Antono, S.IP., menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi dan PTPN I Regional 2 yang telah memfasilitasi keinginan masyarakat untuk mewujudkan Talaga Warna sebagai destinasi wisata.

Menurut Antono, S.IP., pengembangan kawasan tersebut akan memberikan dua manfaat besar, yakni menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung terwujudnya Talaga Warna sebagai agro wisata berbasis konservasi. Kehadiran destinasi ini diharapkan mampu menjaga alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Nyalindung,” pungkas Antono.

Pertemuan tersebut menghasilkan semangat bersama untuk menindaklanjuti rencana pengembangan Talaga Warna melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Desa Nyalindung, PTPN I Regional 2, BUMDes, dan masyarakat.

Ke depan, Talaga Warna diproyeksikan menjadi bagian dari jaringan destinasi wisata Kecamatan Nyalindung yang terintegrasi dengan berbagai potensi unggulan lainnya, seperti Bijilan, Mabda, Amador, Lisunguyut, serta produk kopi khas Nyalindung yang telah dikenal hingga mancanegara. Dengan konsep agrowisata berbasis konservasi, Talaga Warna diharapkan menjadi destinasi wisata baru yang tidak hanya menjaga kelestarian alam dan nilai sejarah, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Pos terkait