Dispar Sukabumi Soroti Lonjakan Wisatawan Cimalati, Strategi Tarif Jadi Bahan Evaluasi

Foto: Dispar Kabupaten Sukabumi.

Sukabumi | Matanusa.net — Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi menilai tingginya antusiasme masyarakat mengunjungi Taman Rekreasi Cimalati, Kecamatan Cicurug, menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor pariwisata daerah.

Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah wisatawan selama program tiket khusus dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156. Harga tiket yang sebelumnya Rp30.000 diberikan potongan menjadi Rp10.000 dan berlaku selama dua hari, yakni 12-13 September 2026.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi sekaligus Dewan Pengawas Perumda Pesona Pariwisata Taman Rekreasi Cimalati, Ali Iskandar, mengatakan kebijakan harga khusus tersebut mendapat respons luar biasa dari masyarakat.

Menurutnya, kunjungan wisatawan selama program berlangsung mengalami peningkatan sekitar 80 hingga 90 persen. Pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Sukabumi, tetapi juga datang dari sejumlah daerah seperti Jakarta, Bogor dan Depok.

“Semula dengan angka Rp30.000, hari ini menjadi hanya Rp10.000. Ini kemudian menghadirkan antusias warga yang luar biasa,” ujar Ali, pada Minggu (13/9/2026).

Dispar Kabupaten Sukabumi melihat kondisi tersebut sebagai salah satu bahan evaluasi dalam pengembangan destinasi wisata. Khususnya dalam menentukan strategi tarif yang mampu meningkatkan kunjungan sekaligus tetap menjaga keberlangsungan pengelolaan destinasi.

Ali mengatakan, pola harga khusus seperti yang diterapkan di Cimalati berpotensi menjadi salah satu strategi promosi wisata, namun penerapannya tetap harus melalui perhitungan yang matang.

“Apakah kemudian pola ini patut diperpanjang dengan cara sedikit tapi dikali banyak, atau mungkin dengan menggunakan pola yang sama seperti dulu. Tentu kalkulasinya harus dilihat sedemikian rupa,” katanya.

Cimalati Dinilai Punya Daya Tarik Kuat

Lebih lanjut, Dispar Kabupaten Sukabumi menilai Cimalati memiliki karakter wisata yang cukup kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi rekreasi keluarga.

Selain menawarkan wisata air, kawasan tersebut memiliki lingkungan terbuka yang masih asri, rindang dan teduh. Kondisi tersebut menjadi salah satu nilai tambah yang membuat Cimalati berbeda dengan destinasi wisata lainnya.

“Yang kedua, karena lahannya terbuka dan suasananya pun masih suasana yang rimbun, teduh. Dan ini kemudian menjadi pilihan, bahkan menjadi keunggulan dibanding dengan tempat-tempat yang lainnya,” ungkap Ali.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pesona Pariwisata Taman Rekreasi Cimalati, Ase Riyadi, menjelaskan sejumlah fasilitas kolam tersedia untuk berbagai kalangan, mulai dari kolam utama, kolam anak-anak hingga kolam yang dapat dimanfaatkan untuk latihan berenang.

“Kolam kita ada beberapa, ada kolam yang besar, ada kolam anak-anak, ada juga kolam latihan buat sekolah untuk latihan berenang,” kata Ase.

Pengelola juga membuka peluang untuk menambah wahana maupun fasilitas pendukung guna meningkatkan daya tarik Cimalati ke depannya.

Dispar Dorong Dampak Ekonomi Wisata

Bagi Dispar Kabupaten Sukabumi, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak semata-mata diukur dari jumlah wisatawan yang datang.

Aspek lama tinggal wisatawan atau length of stay, serta besarnya aktivitas belanja selama berada di kawasan wisata, juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Ali menegaskan, semakin lama wisatawan berada di suatu kawasan, maka peluang perputaran ekonomi masyarakat sekitar juga semakin besar.

“Walaupun kemudian jumlah pengunjungnya tidak banyak, tapi betul-betul membahagiakan. Apa yang disebut dengan length of stay, lama mereka tinggal itu kemudian harus kita jaga,” tuturnya.

Menurutnya, geliat pariwisata dapat memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari pedagang kaki lima, kuliner, transportasi hingga akomodasi.

“Di balik kebahagiaan tadi, itu juga kemudian perputaran ekonomi terjadi. Pedagang kaki lima itu kemudian juga semakin semarak, transportasi juga berjalan, makan minum dan kemudian akomodasi pun kemudian bertambah,” ujarnya.

Evaluasi Jadi Langkah Berikutnya

Program tiket Rp10.000 di Cimalati resmi berlangsung pada 12-13 September 2026. Pada hari terakhir, jumlah wisatawan disebut kembali mengalami peningkatan lebih dari 50 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Ase Riyadi menyebut peningkatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons positif terhadap program yang dilakukan pengelola.

“Sekarang lebih meningkat dibanding hari kemarin. Di hari Minggu ada peningkatan jumlahnya, mencapai lebih 50 persen dari jumlah yang kemarin,” jelasnya.

Setelah program berakhir, pengelola bersama pihak terkait akan melakukan evaluasi terhadap jumlah kunjungan, respons masyarakat, kualitas pelayanan serta aspek bisnis.

Dispar Kabupaten Sukabumi mendorong agar hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi pengembangan Cimalati, baik dari sisi tarif, fasilitas maupun promosi wisata.

Dengan potensi wisata air alami, kawasan yang rindang serta fasilitas rekreasi yang tersedia, Cimalati dinilai memiliki peluang untuk semakin diperkuat sebagai salah satu destinasi wisata keluarga unggulan di Kabupaten Sukabumi.

Dispar juga mengingatkan agar peningkatan kunjungan wisatawan tetap diimbangi dengan perhatian terhadap keamanan, keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

“Semoga masyarakat yang datang bisa menikmati destinasi wisata dengan aman, nyaman dan tetap menjaga kebersihan serta ketertiban,” pungkasnya.

Pos terkait