Sukabumi | Matanusa.net — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi memastikan pelaksanaan Sukabumi Expo 2026 tidak sekadar menjadi ajang perdagangan dan promosi produk daerah. Melalui berbagai rangkaian kegiatan, Disdagin mendorong agar gelaran dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu terlihat dari pelaksanaan job fair yang menjadi salah satu rangkaian Sukabumi Expo 2026. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme cukup tinggi dari masyarakat, dengan tercatat sebanyak 542 pencari kerja yang datang untuk mendapatkan informasi dan peluang pekerjaan.
Job fair melibatkan sembilan lembaga yang terdiri dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Dari jumlah pencari kerja yang hadir, sebanyak 166 orang menyatakan minat terhadap lowongan pekerjaan yang ditawarkan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan job fair masih sangat dibutuhkan masyarakat. Selain memperoleh informasi mengenai dunia kerja, pencari kerja juga dapat mengakses berbagai peluang pekerjaan secara langsung melalui lembaga maupun perusahaan yang terlibat.
Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, mengatakan, pihaknya memang berupaya menjadikan Sukabumi Expo sebagai kegiatan yang memiliki dampak lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, Disdagin tidak hanya melihat expo dari sisi aktivitas perdagangan, transaksi dan promosi produk, tetapi juga bagaimana kegiatan tersebut dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai peluang ekonomi, termasuk kesempatan kerja.
“Dari pencatatan panitia, sampai hari ini sudah tercatat perputaran uang atau omzet sebesar Rp3,2 miliar,” kata Dani saat menutup Sukabumi Expo 2026 di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, pada Minggu (13/9/2026).
Ia menyampaikan, capaian omzet tersebut menjadi salah satu indikator adanya geliat ekonomi selama pelaksanaan Sukabumi Expo dan Pasar Rakyat. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pelaku usaha, UMKM, perangkat daerah hingga sejumlah perusahaan.
Bagi Disdagin, keterlibatan berbagai sektor tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Expo juga menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi dan produk unggulan Kabupaten Sukabumi.
Dani menegaskan, pelaksanaan job fair juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih konkret. Tingginya jumlah pencari kerja yang datang menjadi gambaran bahwa masyarakat membutuhkan ruang yang dapat mempertemukan mereka dengan informasi serta kesempatan kerja.
Selain itu, Disdagin akan menjadikan pelaksanaan Sukabumi Expo 2026 sebagai bahan evaluasi. Berbagai catatan selama kegiatan berlangsung akan diperhatikan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang.
“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Sejumlah catatan selama pelaksanaan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang,” tandasnya.
Dengan berakhirnya Sukabumi Expo 2026, Disdagin Kabupaten Sukabumi berharap dampak positif kegiatan tidak berhenti pada berakhirnya acara. Aktivitas perdagangan, geliat UMKM, terbukanya akses informasi kerja serta jejaring usaha diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat Kabupaten Sukabumi.





