Pesta Siaga Cidahu Jadi Wadah Pembentukan Karakter Anak

Foto: Dokpim.

Sukabumi | Matanusa.net – Pesta Siaga Kwartir Ranting Kecamatan Cidahu Tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum bagi anak-anak untuk berkumpul, bermain, dan mengikuti berbagai perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas saat menghadiri Pesta Siaga Kwartir Ranting Kecamatan Cidahu Tahun 2026 yang digelar di Pangkalan SDN Pondok Kaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Sabtu (3/10/2026).

Menurutnya, berbagai aktivitas dalam Pesta Siaga memiliki nilai edukatif yang dapat mendorong anak menjadi pribadi yang lebih berani, mandiri, mampu bekerja sama, menghargai sesama, serta memiliki rasa tanggung jawab.

Di hadapan para Pramuka Siaga, H. Andreas mengajak seluruh peserta menikmati setiap permainan dan perlombaan dengan penuh semangat. Ia menekankan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan dalam kegiatan kepramukaan.

“Pramuka bukan hanya mengajarkan kita untuk menjadi pemenang. Tetapi juga menjadi anak yang baik, jujur, mandiri, peduli, dan bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak takut mencoba hal-hal baru. Menurutnya, keberanian untuk mengikuti setiap kegiatan, belajar dari pengalaman, serta saling membantu merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter anak.

Selain memberikan motivasi, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas secara simbolis melepas Karnaval Peserta Pesta Siaga Kwartir Ranting Kecamatan Cidahu Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan antusiasme para peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan. Pesta Siaga diharapkan dapat menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk belajar sekaligus membangun semangat kebersamaan sejak usia dini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Cidahu beserta unsur terkait dan sejumlah undangan lainnya.

H. Andreas menambahkan, nilai-nilai yang diperoleh dalam kegiatan kepramukaan diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

“Jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman yang menyenangkan sekaligus pembelajaran. Berani mencoba, saling membantu, dan terus menjadi anak yang baik,” pungkasnya.

Pos terkait