Sukabumi | Matanusa.net — Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berpihak pada tumbuh kembang peserta didik terus diperkuat Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Melalui kegiatan sosialisasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Disdik mendorong seluruh satuan pendidikan agar membangun sistem pendidikan yang lebih humanis dan bebas dari kekerasan.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (8/5/2026) di Aula Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Wilayah III Hutan Diklat, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Jampangtengah itu diikuti sebanyak 96 kepala sekolah dasar dari wilayah V dan VII yang mencakup sembilan kecamatan, yakni Jampangtengah, Lengkong, Purabaya, Nyalindung, Sagaranten, Pabuaran, Curugkembar, Cidadap, dan Cidolog.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menegaskan perannya dalam memperkuat budaya sekolah yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, namun juga perlindungan fisik serta kesehatan mental peserta didik di lingkungan sekolah.
Kasi Kesiswaan Disdik Kabupaten Sukabumi, Asep Cakra Pangestu, S.Pd., menyampaikan bahwa hadirnya regulasi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan karakter anak.
“Dinas Pendidikan ingin seluruh kepala sekolah memahami bagaimana membangun budaya sekolah yang sehat, nyaman, serta mampu memberikan perlindungan bagi peserta didik, baik secara fisik maupun psikologis,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan budaya sekolah aman dan nyaman membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari tenaga pendidik, orang tua hingga masyarakat sekitar.
Ia menambahkan, Disdik Kabupaten Sukabumi terus mendorong penguatan komunikasi dan pencegahan dini terhadap berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan di lingkungan pendidikan.
“Sekolah harus menjadi ruang belajar yang membahagiakan bagi anak. Karena kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh akademik, tetapi juga lingkungan yang sehat dan penuh rasa aman,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Disdik Kabupaten Sukabumi juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi sebagai mitra narasumber guna memperkuat pemahaman sekolah terhadap perlindungan anak di era digital.
Perwakilan DP3A Kabupaten Sukabumi, Lia Barah, menjelaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, terutama akibat pengaruh media sosial terhadap perilaku anak dan pola interaksi di sekolah.
Menurutnya, meningkatnya laporan kekerasan terhadap anak juga menjadi tanda meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor dan mencari perlindungan hukum.
Sosialisasi tersebut diharapkan menjadi momentum bagi seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sukabumi untuk mengimplementasikan budaya sekolah yang inklusif, empatik, serta menjunjung tinggi kepentingan terbaik bagi anak.
Dengan langkah ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi optimistis sekolah dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung lahirnya generasi yang berkarakter serta berdaya saing.





