Disnak Kabupaten Sukabumi Pastikan Unggas Aman, Sistem Pengawasan Diperketat Hadapi Isu Global

Foto: Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi.

Sukabumi | Matanusa.net – Di tengah merebaknya kabar pengetatan impor unggas oleh Pemerintah Arab Saudi akibat kekhawatiran penyebaran Avian Influenza (AI), Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi memastikan kondisi kesehatan unggas di wilayahnya tetap terkendali dan aman untuk dikonsumsi.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Asep Kurnadi, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan kasus flu burung aktif di Kabupaten Sukabumi. Ia menyebutkan, pengendalian penyakit unggas telah berjalan konsisten dan terstruktur selama bertahun-tahun.

“Situasi di Sukabumi dalam kondisi aman dan terkendali. Kami terus melakukan pengawasan aktif di seluruh sentra peternakan, baik skala besar maupun peternak rakyat,” ujarnya, pada Jumat (27/2/2026).

Pengawasan Ketat dan Respons Cepat

Menurut Asep, keberhasilan menjaga wilayah tetap bebas dari kasus AI tidak terlepas dari sistem deteksi dini yang dijalankan secara berkelanjutan. Tim teknis Dinas Peternakan rutin melakukan pengambilan sampel, pemeriksaan kesehatan unggas, hingga pemantauan lalu lintas distribusi ternak.

Langkah tersebut diperkuat dengan penerapan biosecurity ketat di tingkat kandang. Peternak didorong membatasi akses keluar-masuk area peternakan, melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala, serta memastikan kebersihan pakan dan peralatan.

“Kami tidak menunggu laporan baru bergerak. Pengawasan dilakukan secara aktif. Prinsipnya pencegahan lebih utama daripada penanganan,” tegasnya.

Edukasi Jadi Kunci Ketahanan Peternakan

Selain pengawasan teknis, Dinas Peternakan juga mengintensifkan edukasi kepada para peternak dan masyarakat. Penyuluhan tentang ciri-ciri unggas terindikasi AI, tata cara pelaporan cepat, hingga pentingnya sanitasi kandang terus digencarkan.

Pendekatan ini dinilai efektif membangun kesadaran kolektif bahwa kesehatan ternak merupakan tanggung jawab bersama.

Salah seorang peternak ayam petelur di wilayah utara Sukabumi mengaku merasa terbantu dengan pendampingan yang konsisten dari dinas. “Petugas sering datang memeriksa dan memberi arahan. Jadi kami lebih tenang dan tahu apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Petugas dan peternak tengah memanen telur ayam di kandang petelur modern. Dengan pengawasan rutin dan penerapan biosecurity yang ketat, kualitas serta kesehatan unggas tetap terjaga demi memastikan pasokan protein hewani yang aman dan berkualitas untuk masyarakat.

Dampak Isu Global Tak Ganggu Produksi Lokal

Pengetatan impor unggas oleh Arab Saudi merupakan kebijakan global yang menyasar sejumlah negara sebagai langkah proteksi pangan. Namun, Dinas Peternakan menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak berkaitan langsung dengan kondisi peternakan di Sukabumi.

Fokus pemerintah daerah saat ini adalah memastikan pasokan protein hewani bagi masyarakat tetap aman, sehat, dan terjangkau. Produksi ayam pedaging, ayam petelur, maupun bebek di Kabupaten Sukabumi disebut masih stabil.

“Kami mengimbau masyarakat tidak panik. Konsumsi daging dan telur tetap aman selama diolah dengan benar. Yang terpenting adalah menjaga pola hidup bersih dan membeli produk dari sumber terpercaya,” tambah Asep.

Komitmen Jaga Reputasi Daerah

Sebagai salah satu sentra unggas di Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Karena itu, Dinas Peternakan berkomitmen mempertahankan reputasi wilayah sebagai daerah dengan sistem pengendalian penyakit hewan yang solid.

Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan hewan, dan para peternak menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas sektor peternakan,” pungkasnya.

Dengan pengawasan berlapis, edukasi berkelanjutan, serta respons cepat terhadap setiap laporan, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi optimistis mampu menjaga kepercayaan publik dan memastikan produk unggas lokal tetap menjadi pilihan aman bagi masyarakat.

Pos terkait