Sukabumi | Matanusa.net — Di tengah arus modernisasi dan tantangan ekonomi pedesaan, Pemerintah Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan yang visioner mampu mengubah wajah desa, pada Kamis (30/10/2025).
Adalah Ujang Suriyana, SE, Kepala Desa Sukatani yang dikenal rendah hati namun tegas dalam prinsip. Pria asli Banten ini mulai menjabat sebagai kepala desa sejak tahun 2019. Sejak awal kepemimpinannya, ia bertekad menghidupkan ekonomi masyarakat melalui program buruan hejo.
“Saya ingin masyarakat mengenal Sukatani bukan karena hal-hal buruk, tapi karena kemandirian, ketahanan pangan, dan semangat gotong royongnya. Kita ingin mengangkat Sukatani dengan cara yang halal dan bermartabat,” ujar Ujang.
Langkah besarnya dimulai bukan dari bantuan besar pemerintah, melainkan dari dana pribadi. Lahan yang kini digunakan untuk pertanian dan green house dibangun dari hasil kerjasama dengan PTP kelompok tani US Mandiri. Dari situlah tumbuh keyakinan bahwa Sukatani bisa berdiri di atas kemandirian.
Berawal dari petuah sang Abah, lahirlah nama “Buruan Hejo, Rahayat Ngejo” di Sukatani, sebuah simbol kemandirian dan harapan baru. “Abah selalu berpesan, kalau mau membangun, mulai dari yang kecil dan dari diri sendiri. Dari situlah muncul ide membuat Green House sebagai pusat pelatihan, pembibitan, dan ketahanan pangan masyarakat,” kenang Ujang Suriyana.
Kini, Green House US Mandiri bukan hanya menjadi tempat penyemaian bibit, tetapi juga dirancang menjadi pusat eduwisata ketahanan pangan, tempat warga dan pelajar bisa belajar tentang bercocok tanam modern, pengolahan hasil tani, dan pelestarian lingkungan.
Pada tahap kedua program unggulan “Buruan Hejo, Rahayat Ngejo” tahun 2025 ini, Pemerintah Desa Sukatani kembali menyalurkan 2 bibit 3.500 bibit terong ungu dan terong sayur dan 3.000 bibit cabai kepada seluruh Ketua RT dan RW. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Green House Sukatani, dan dihadiri oleh perangkat desa, kelompok tani (Poktan), tokoh masyarakat, serta perwakilan warga.
Program ini lahir dari tekad kuat pemerintah desa untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah warga menjadi lahan produktif. Warga diajak menanam berbagai tanaman hortikultura seperti cabai, kangkung, terong, dan tanaman bumbu dapur lainnya. Hasil panen nantinya tidak hanya bisa dikonsumsi sendiri, tetapi juga bisa dijual untuk menambah penghasilan keluarga.
“Buruan Hejo, Rahayat Ngejo bukan hanya soal menanam tanaman, tapi juga menanam kesadaran lingkungan dan semangat mandiri. Dengan menanam di pekarangan, warga bisa memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari tanpa harus membeli di pasar,” terang Ujang Suriyana di hadapan warga.
Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar pemberdayaan ekonomi lokal dan ketahanan pangan keluarga. Desa Sukatani terus berupaya agar setiap rumah memiliki kontribusi nyata dalam menjaga ketersediaan pangan dan menciptakan lingkungan yang hijau.
Tahap pertama program ini telah berjalan sukses pada pertengahan tahun 2025, dan kini masuk ke tahap kedua dengan cakupan lebih luas. Pemerintah desa menargetkan seluruh dusun di Sukatani bisa terlibat aktif dalam program ini.
Selain kegiatan penanaman, Ujang juga mendorong terbentuknya kelompok tani perempuan dan pemuda tani milenial agar program tidak berhenti hanya pada pembagian bibit, melainkan berlanjut pada pembinaan, pelatihan, dan pengolahan hasil panen.
“Ke depan, kami ingin menjadikan Green House ini sebagai tempat edukasi masyarakat, sekaligus destinasi eduwisata pertanian Sukatani. Jadi, orang datang bukan hanya untuk berwisata, tapi juga belajar cara menanam dan mengelola hasil pertanian secara berkelanjutan,” tambahnya.
Tokoh masyarakat setempat, H. Darma, mengapresiasi langkah kepala desa tersebut. “Pak Ujang itu pemimpin yang bukan cuma bicara, tapi memberi contoh. Ia pakai uang pribadinya untuk mulai membangun. Sekarang warga jadi semangat karena lihat hasil nyata,” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong dan kemandirian yang terus dijaga, Desa Sukatani kini perlahan menjelma menjadi desa hijau dan produktif. Program “Buruan Hejo, Rahayat Ngejo” menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari niat tulus dan langkah kecil seorang pemimpin yang peduli terhadap warganya.
“Kalau semua warga ikut menanam, ikut menjaga, insyaallah Sukatani bukan hanya hijau, tapi juga makmur dan berkah,” tutup Ujang Suriyana dengan senyum bangga.





