Wali Kota Sukabumi Dorong Demokrasi Partisipatif dan Reformasi Birokrasi dalam Podcast KPU

Foto: Dokpim.

Sukabumi | Matanusa.net – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menghadiri kegiatan Podcast Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, pada Rabu (6/8/2025), bertempat di Aula KPU Kota Sukabumi.

Mengangkat tema “Demokrasi dan Budaya Birokrasi”, acara ini menjadi ruang strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat akan pentingnya partisipasi politik dan tata kelola pemerintahan yang demokratis.

Dalam sesi podcast, Wali Kota Ayep Zaki menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Sukabumi tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga menekankan pentingnya penguatan sosial masyarakat dan reformasi birokrasi. Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak bisa dilepaskan dari keberadaan birokrasi yang profesional, inklusif, dan melayani.

“Pemerintahan yang demokratis itu hadir bukan hanya saat pemilu, tetapi dalam setiap proses pengambilan kebijakan yang mendengar suara rakyat,” ujar H. Ayep Zaki.

Ia menambahkan bahwa prinsip partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas merupakan nilai dasar yang harus diwujudkan dalam setiap program pembangunan di Kota Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki juga memaparkan visi Pemkot Sukabumi untuk membentuk masyarakat yang inovatif, mandiri, agamis, dan nasionalis.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah terus mengembangkan berbagai mekanisme partisipatif seperti musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), forum konsultasi publik, dan pemanfaatan kanal digital sebagai sarana penyampaian aspirasi masyarakat.

Menurut Ayep Zaki, penguatan demokrasi harus dimulai dari kesadaran bersama bahwa kebijakan publik terbaik adalah yang lahir dari dialog terbuka antara masyarakat dan pemerintah.

Ia juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi sebagai prasyarat demokrasi yang efektif. Untuk itu, penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) menjadi prioritas, agar mereka mampu melayani masyarakat dengan profesionalisme, transparansi, dan tanggung jawab.

Lebih lanjut, Wali Kota menyoroti pentingnya pendidikan politik berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah, KPU, Bawaslu, lembaga pendidikan, dan komunitas digital. Ia berharap kolaborasi ini mampu menciptakan ekosistem edukasi politik yang inklusif dan menjangkau semua lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Generasi muda harus diberi ruang, akses, dan pendekatan yang kreatif dalam memahami demokrasi. Platform digital dan media sosial bisa menjadi alat edukasi politik yang efektif jika digunakan dengan bijak dan visioner,” jelasnya.

Di penghujung acara, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan demokrasi sebagai budaya hidup, bukan sekadar rutinitas elektoral. Ia juga mengapresiasi KPU Kota Sukabumi atas inovasinya dalam memanfaatkan media podcast sebagai sarana sosialisasi nilai-nilai demokrasi secara kontekstual dan menarik,” pungkasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan pemilih berkelanjutan yang dijalankan KPU Kota Sukabumi dalam rangka membentuk masyarakat yang lebih sadar politik, aktif berpartisipasi, dan turut menjaga kualitas demokrasi lokal.

Pos terkait