Sukabumi | Matanusa.net – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, memberikan sorotan khusus terkait peran sektor pertanian dalam mendukung suksesnya Program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2025. Pernyataan ini ia sampaikan dalam agenda verifikasi lanjutan KKS yang berlangsung secara virtual bersama Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pada Senin (4/8/2025), bertempat di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi.
Menurut Sri Hastuty, bidang pertanian merupakan tatanan utama dalam mendorong ketahanan pangan yang sehat, aman, dan berkualitas. Ia menyatakan bahwa Dinas Pertanian telah mengambil berbagai langkah strategis untuk mendukung pola hidup sehat masyarakat melalui pemanfaatan lahan pertanian lokal, peningkatan kualitas hasil tani, serta edukasi gizi bagi petani dan konsumen.
“Kolaborasi antara produksi pangan—khususnya sayur dan buah lokal—dengan edukasi gizi adalah kunci agar masyarakat tidak hanya makan cukup, tetapi juga bergizi,” ujar Sri Hastuty Harahap.
Beberapa inisiatif konkret yang dijalankan antara lain:
- Program intensifikasi dan diversifikasi pangan lokal untuk meningkatkan produktivitas sekaligus keragaman makanan sehat.
- Pelatihan budidaya higienis bagi petani, termasuk pengurangan penggunaan pestisida berbahaya.
- Kemitraan dengan OPD lain, seperti Dinas Kesehatan dan Perikanan, untuk memperkuat edukasi konsumsi pangan bergizi dan aman.
Dalam rangka mencapai penghargaan Swasti Saba Wistara, proses verifikasi melibatkan evaluasi dokumen dan presentasi capaian dari berbagai tatanan hidup sehat, termasuk ketahanan pangan. Sri Hastuty menegaskan bahwa Dinas Pertanian siap memperkuat data dan laporan yang mendukung capaian tersebut.
Meskipun Kabupaten Sukabumi telah menunjukkan progres positif dalam pelaksanaan KKS, tim verifikator mencatat masih ada beberapa indikator yang belum memiliki data lengkap. Dalam merespons temuan ini, Sri Hastuty menegaskan komitmennya untuk segera memperbaiki dan melengkapi data serta memperluas program dukungan pertanian sehat.
“Kami berkomitmen untuk segera menyelesaikan kekurangan data. Upaya kita adalah membangun ketahanan pangan lokal yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman dan bergizi,” pungkasnya.
Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, dalam kesempatan tersebut turut menekankan bahwa keberhasilan Kabupaten Sehat sangat tergantung pada kontribusi lintas sektor—khususnya tatanan ketahanan pangan. Sri Hastuty Harahap menjadi ujung tombak memastikan tujuan tersebut terpenuhi melalui sektor pertanian yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan berbagai program pertanian yang menyatu dengan strategi pembangunan daerah, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi optimis menjadi pilar penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan tangguh secara pangan.





