Sukabumi | Matanusa.net – Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana pascakebakaran yang menghanguskan permukiman warga di Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok. Masa tanggap darurat diberlakukan mulai 25 hingga 31 Juli 2026 sebagai langkah percepatan penanganan bagi masyarakat terdampak.
Dalam peninjauan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, sejumlah perangkat daerah turut hadir untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Salah satunya Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, Sp.B., MARS, yang memastikan kebutuhan pangan para korban dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.
dr. Gatot Sugiharto mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen mendukung upaya pemerintah daerah dengan menjamin ketersediaan dan distribusi pangan bagi warga terdampak kebakaran. Langkah tersebut dilakukan agar para penyintas tetap memperoleh asupan pangan yang layak selama berada di lokasi pengungsian maupun di tempat penampungan sementara.
Menurutnya, koordinasi terus dilakukan bersama BPBD, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta instansi terkait agar penyaluran bantuan pangan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menyampaikan bahwa penetapan status tanggap darurat merupakan hasil rapat koordinasi setelah melihat langsung kondisi di lapangan.
“Hari ini saya bersama tim, Pak Kalak BPBD beserta jajaran, Dinas Sosial, dan perangkat daerah lainnya meninjau lokasi. Ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang memutuskan penetapan status tanggap darurat bencana hingga 31 Juli 2026,” pungkasnya.
Selain memastikan bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga mengoptimalkan layanan kesehatan melalui posko kesehatan yang telah didirikan di lokasi. Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi warga di pengungsian dalam keadaan baik, sementara sebagian besar lainnya tinggal sementara di rumah keluarga maupun kerabat.
Dengan sinergi seluruh perangkat daerah, termasuk Dinas Ketahanan Pangan, diharapkan proses penanganan pascakebakaran di Kampung Adat Ciptamulya dapat berjalan maksimal, sehingga kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.





