Sukabumi | Matanusa.net — Upaya menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat terus digencarkan melalui berbagai program literasi. Salah satunya melalui kegiatan Pemilihan Duta Literasi Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 yang dalam waktu dekat akan kembali digelar.
Program ini bertujuan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih dekat dengan buku dan meningkatkan kebiasaan membaca sebagai bagian dari gaya hidup positif. Gerakan literasi tersebut menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari anak usia dini hingga pelajar tingkat menengah atas.
Pada tahun ini, pemilihan Duta Literasi mengangkat tema “Pionir Literasi, Teguh dalam Aksi, Nyata dalam Kontribusi.” Tema tersebut diharapkan mampu mendorong para peserta untuk tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga pelopor dalam mengembangkan gerakan literasi di lingkungan sekitarnya.
Salah satu panitia kegiatan, Salma Fauziah, menyampaikan bahwa rangkaian seleksi telah dimulai sejak awal Maret 2026. Prosesnya meliputi tahapan pendaftaran, seleksi peserta, hingga karantina bagi para finalis sebelum menuju malam puncak pemilihan.
“Seluruh tahapan sudah mulai berjalan. Nantinya para finalis akan mengikuti karantina sebagai bagian dari pembekalan sebelum grand final,” ujarnya.
Dalam kegiatan karantina tersebut, para finalis akan mendapatkan berbagai materi yang bertujuan meningkatkan kapasitas diri. Materi yang diberikan antara lain pelatihan public speaking, edukasi kesehatan, tata rias, hingga penguatan wawasan literasi.
Antusiasme peserta dalam mengikuti ajang ini terbilang cukup tinggi. Dari total 83 pendaftar, setelah melalui tahap seleksi akhirnya terpilih 42 finalis yang berhak melanjutkan ke tahap karantina.
Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang aktif mempromosikan budaya membaca serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan literasi masyarakat di Kabupaten Sukabumi.
Malam puncak atau grand final Pemilihan Duta Literasi Kabupaten Sukabumi 2026 direncanakan berlangsung pada April 2026, sekaligus menjadi momentum untuk memilih figur muda yang siap menjadi penggerak literasi di daerah.





