Dinas Pariwisata Sukabumi Perkuat Arah Kebijakan Pariwisata Berbasis Data Terukur

Foto: Dispar Kabupaten Sukabumi.

Sukabumi | Matanusa.net — Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong sektor pariwisata agar benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Melalui Dinas Pariwisata (Dispar), pemerintah mulai menata ulang indikator kinerja pariwisata agar lebih berbasis data yang akurat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Langkah tersebut mengemuka dalam Rapat Indikator Kinerja Pariwisata Kabupaten Sukabumi yang digelar, pada Selasa (13/1/2026). Forum ini menegaskan bahwa keberhasilan pariwisata tidak cukup hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan atau tingkat hunian kamar hotel, tetapi harus mampu menggambarkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan bahwa penguatan indikator kinerja menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan pariwisata yang selaras dengan arah pembangunan daerah. Menurutnya, pariwisata harus memberi kontribusi sosial dan ekonomi yang jelas, bukan sekadar aktivitas promosi.

“Pariwisata harus bisa menjawab sejauh mana aktivitas yang dijalankan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Itu hanya bisa dibuktikan dengan data yang valid dan objektif,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Dispar Kabupaten Sukabumi bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) melakukan kunjungan kerja ke Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Karangtengah. Kegiatan ini bertujuan memperkuat basis data pariwisata yang selama ini digunakan sebagai rujukan perencanaan dan evaluasi kinerja.

Ali menjelaskan, data yang dikumpulkan tidak hanya berupa statistik kunjungan, tetapi juga mencakup metode penghitungan wisatawan, rata-rata lama tinggal, pengeluaran wisatawan, hingga kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.

“Dampak pariwisata terhadap kesejahteraan masyarakat harus dirumuskan secara ilmiah dan terukur. BPS memiliki peran penting untuk memastikan data yang digunakan benar-benar valid,” jelasnya.

Lebih lanjut, data tersebut akan menjadi kompas bagi Dispar dalam menilai efektivitas strategi pengembangan pariwisata yang telah dijalankan, sekaligus menjadi dasar penyesuaian kebijakan agar lebih tepat sasaran sesuai kondisi di lapangan.

Ia menegaskan, tujuan akhir dari seluruh program pariwisata adalah meningkatnya kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus berbasis kinerja yang realistis, terukur, dan sesuai dengan karakteristik wilayah Sukabumi.

Dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor, Dispar Kabupaten Sukabumi optimistis pengelolaan pariwisata ke depan akan semakin terarah, transparan, serta memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Pos terkait