Sukabumi Kota | Matanusa.net – Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menegaskan bahwa pelantikan kader bukan hanya seremoni, melainkan momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun keluarga dan masyarakat yang lebih berdaya.
“Momentum hari ini bukan sekadar pelantikan kader, tetapi juga ruang untuk bersyukur dan saling menguatkan,” ujar Ranty saat memberikan arahan dalam kegiatan Pelantikan Kader PKK Kelurahan, Bunda PAUD, dan Bunda Literasi tingkat Kecamatan Gunungpuyuh, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (8/12/2015).
Pada kesempatan itu, Ranty juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan masyarakat Aceh dan Padang yang terdampak bencana, sembari menekankan pentingnya empati, solidaritas, dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Simbolis Penanaman “Pohon Harapan”
Kegiatan pelantikan yang dirangkaikan dengan rapat koordinasi PKK ini turut diisi dengan penanaman pohon sukun sebagai simbol “pohon harapan” di setiap kelurahan. Camat Gunungpuyuh dalam laporannya menyampaikan bahwa pelantikan meliputi empat kelurahan, termasuk Karangtengah dan Sriwidari. Menurutnya, seluruh program pemberdayaan PKK merupakan bagian dari alokasi kegiatan yang didukung APBD dan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kader serta kesejahteraan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa pemberian pohon sukun juga memiliki makna filosofis—ditanam, dirawat, dan kelak memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus dapat dikembangkan sebagai produk pangan lokal.
Camat Gunungpuyuh turut menyoroti pentingnya pemahaman enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya terkait posyandu sebagai layanan dasar masyarakat. Para kader PKK, katanya, merupakan pionir yang menjadi ujung tombak pemberdayaan.
Ranty: Lingkungan Harus Dijaga, Bencana Adalah Akibat Kelalaian Manusia
Dalam paparannya, Ranty Rachmatilah menegaskan pentingnya penguatan karakter masyarakat, terutama dalam mitigasi bencana dan menjaga kelestarian lingkungan. Ia kembali mengingatkan pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-A’raf agar manusia tidak merusak alam.
“Alam harus mendapatkan haknya, dan manusia tidak boleh serakah terhadap tanah yang menjadi tempat hidup bersama,” ucapnya tegas.
Ranty juga menekankan bahwa bencana banjir merupakan konsekuensi dari perilaku manusia yang abai terhadap lingkungan. Karena itu, ia mendorong PKK untuk memperkuat edukasi lingkungan, membangun budaya hidup bersih, serta menumbuhkan keluarga yang tanggap bencana.
Gerakan keluarga sehat, lanjutnya, adalah fondasi utama menuju masyarakat berdaya dan Indonesia Emas.
Angka Stunting Turun 7,2 Persen, Kota Sukabumi Raih Prestasi Jabar
Ranty turut memaparkan capaian penting dalam penurunan stunting di Kota Sukabumi, yang berhasil turun dari 26,9 persen menjadi 19,7 persen atau penurunan sekitar 7,2 persen. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh kader dan berharap target 14 persen dapat segera tercapai.
Capaian tersebut juga mengantarkan Kota Sukabumi meraih predikat terbaik pertama se-Jawa Barat dalam penanganan stunting.
Integritas dan Akurasi Data Menjadi Kunci
Di akhir arahannya, Ranty menekankan pentingnya menjalankan program PKK dengan prinsip right information, right decision, right execution. Ia meminta kader memastikan validasi data berjalan akurat, terutama terkait pemberian makanan tambahan (PMT) dan program kesehatan keluarga lainnya.
Menurutnya, setiap amanah adalah titipan yang kelak harus dipertanggungjawabkan, sehingga kader harus menjalankan tugas dengan penuh integritas,” pungkasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penyegaran semangat bagi seluruh kader PKK, Bunda PAUD, dan Bunda Literasi di Kecamatan Gunungpuyuh agar semakin solid, berdaya, dan optimal dalam mewujudkan keluarga sejahtera, sehat, dan mandiri.





