Sukabumi | Matanusa.net – Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, SH., MM., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, secara daring dari Pendopo Sukabumi, pada Kamis (19/2/2026).
Rakor tersebut digelar sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antar pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pasokan pangan di wilayah Jawa Barat, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Dalam paparannya, Erwan Setiawan menyampaikan bahwa meskipun Jawa Barat mengalami deflasi bulanan sebesar 0,09 persen, angka inflasi tahunan masih tercatat sebesar 3,24 persen. Kondisi ini, menurutnya, perlu diwaspadai bersama, terutama pada sejumlah komoditas strategis seperti cabai merah, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng yang cenderung mengalami kenaikan harga.
“Komoditas pangan strategis harus terus dimonitor. Jangan sampai terjadi lonjakan harga yang membebani masyarakat,” tegasnya.
Wagub juga mengajak seluruh jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memperkuat strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Optimalisasi kios pangan, pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI), serta penguatan produksi lokal menjadi langkah konkret yang harus terus digencarkan.
Selain itu, pengawasan harian terhadap jalur distribusi dan stok gudang diminta dilakukan secara ketat guna mencegah praktik penimbunan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sinergi dengan Satgas Pangan juga perlu diperkuat untuk memastikan harga di pasaran tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sementara itu, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk menindaklanjuti arahan tersebut melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan penguatan peran TPID di tingkat kabupaten.
“Kami akan terus memperkuat koordinasi dan memastikan langkah pengendalian inflasi berjalan efektif, agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan tidak terjadi gejolak harga di tengah momentum Ramadan dan Idul Fitri,” pungkasnya.
Rakor tersebut turut dihadiri para Kepala Perangkat Daerah, Bagian Ekonomi Setda, serta unsur terkait lainnya yang berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui langkah-langkah konkret dan terukur.





