Dini Hari Mencekam di Parungkuda, Warga Bojonggenteng Jadi Korban Begal Bersenjata Golok

Korban begal di Jalan Pakuwon, Parungkuda, mendapatkan penanganan medis setelah mengalami luka bacok di bagian punggung akibat serangan pelaku bersenjata tajam saat dini hari. (Foto: Dede).

Sukabumi | Matanusa.net – Aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Seorang warga menjadi korban begal bersenjata tajam saat melintas di Jalan Pakuwon, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.

Korban berinisial F, warga Kampung Bojong Kopi RT 005/003 Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, saat itu tengah menuju Pasar Parungkuda untuk mencari nafkah. Namun perjalanan yang seharusnya rutin dan aman berubah menjadi peristiwa mencekam.

Menurut informasi yang dihimpun, korban dipepet oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna biru. Pelaku secara tiba-tiba mengacungkan golok panjang, membuat suasana jalan yang sepi semakin mencekam.

Dalam upaya menyelamatkan diri, korban sempat mempercepat laju kendaraannya. Namun pelaku terus mengejar hingga akhirnya melakukan penyerangan. Korban mengalami luka bacok di bagian punggung kanan dan terjatuh setelah ditendang oleh pelaku. Istri korban yang turut dibonceng juga ikut tersungkur di lokasi kejadian.

Pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor Honda Vario putih bernomor polisi F 2995 OQ milik korban dan melarikan diri ke arah yang belum diketahui.

Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi keamanan di jalur Pakuwon-Parungkuda yang kerap dianggap rawan, terutama pada dini hari. Minimnya penerangan serta aktivitas warga pada jam tersebut dinilai menjadi celah bagi pelaku kejahatan.

Warga berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli rutin pada jam-jam rawan, khususnya antara pukul 02.00 hingga 05.00 WIB. Langkah preventif dinilai penting untuk menekan angka kejahatan jalanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas sejak dini hari.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur tersebut. Jika memungkinkan, hindari bepergian seorang diri pada jam rawan dan pilih jalur yang lebih terang serta ramai.

Keamanan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, namun kehadiran aparat penegak hukum secara aktif dan konsisten sangat diharapkan agar kejadian serupa tidak terus berulang di wilayah Sukabumi.