Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi turut memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-80 yang jatuh pada tanggal 3 September 2025. Peringatan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan juga momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Drs. Budianto, M.Si, didampingi Sekretaris Dishub Dadang Rustandi, menegaskan bahwa kehadiran PMI sejak berdiri pada 17 September 1945 hingga kini selalu menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan. PMI hadir dalam berbagai bentuk pengabdian, mulai dari donor darah, pelayanan kesehatan, evakuasi bencana, hingga pendidikan kerelawanan.
“Semangat PMI adalah semangat menolong sesama tanpa membeda-bedakan latar belakang. Inilah nilai luhur yang harus kita rawat, terutama di desa-desa, agar gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat,” tegas Budianto.
Makna Hari PMI bagi Kehidupan Masyarakat
Peringatan Hari PMI menjadi refleksi bersama tentang betapa pentingnya nilai kemanusiaan. Dishub menilai, masyarakat desa memiliki peran strategis dalam memperkuat kepedulian sosial karena kehidupan pedesaan lekat dengan budaya gotong royong.
Momentum ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam:
- Mendukung kegiatan donor darah sebagai wujud nyata menyelamatkan nyawa.
- Membangun jejaring relawan desa yang siap siaga ketika terjadi musibah atau bencana alam.
- Menghidupkan tradisi gotong royong dalam bentuk kepedulian sosial, seperti membantu tetangga yang sakit, memperbaiki fasilitas umum, atau menolong warga yang kesulitan.
“Solidaritas bukan sekadar kata, melainkan aksi nyata. Saat kita menolong sesama, saat itu pula kita sedang membangun kekuatan bangsa dari akar rumput,” tambahnya.
Edukasi untuk Generasi Muda
Dishub juga menekankan pentingnya menjadikan Hari PMI sebagai sarana edukasi bagi generasi muda. Nilai-nilai kemanusiaan perlu ditanamkan sejak dini agar lahir pribadi-pribadi yang peduli terhadap sesama.
Dengan memahami sejarah PMI yang lahir di masa perjuangan bangsa, pelajar dan mahasiswa diharapkan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter welas asih.
“Generasi muda harus paham bahwa kepedulian sosial adalah modal besar untuk masa depan bangsa. Jika karakter ini tumbuh sejak kecil, maka kita tidak hanya memiliki desa yang maju secara fisik, tetapi juga kuat secara moral,” jelas Budianto.
Sejalan dengan Tema PMI 2025
Hari PMI ke-80 tahun 2025 mengangkat tema “Bergerak Bersama untuk Kemanusiaan”. Tema ini menegaskan ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk terus berbenah, bertransformasi, dan memperkuat peran dalam menciptakan masyarakat yang peduli dan tangguh.
Dishub Kabupaten Sukabumi melihat tema ini sangat relevan dengan arah pembangunan di daerah. Pembangunan bukan semata soal infrastruktur atau fisik, melainkan juga menyangkut pembangunan manusia yang berkarakter, berdaya, dan memiliki empati tinggi.
“Desa maju bukan hanya soal jalan mulus atau fasilitas publik yang lengkap, tetapi juga diukur dari kepedulian warganya terhadap nilai kemanusiaan. Hari PMI ini menjadi momentum untuk bertanya pada diri kita, sudah sejauh mana kita peduli kepada sesama?” pungkasnya.
Dengan demikian, peringatan Hari PMI ke-80 bukan hanya seremonial tahunan, melainkan juga ajakan moral dan edukatif agar masyarakat terus menjaga budaya tolong-menolong. Semangat kemanusiaan inilah yang harus menjadi fondasi utama dalam membangun Kabupaten Sukabumi menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya.





