Mahasiswa KKM STISIP Widyapuri Mandiri Dorong Sinergi Satlinmas dan Posyandu di Desa Pulosari

Suasana workshop yang digelar mahasiswa KKM STISIP Widyapuri Mandiri, menghadirkan Satlinmas, kader Posyandu, PKK, dan Karang Taruna Desa Pulosari dengan antusiasme tinggi. (Foto: D2).

Sukabumi | Matanusa.net – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial ditunjukkan Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 10 STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi melalui kegiatan Workshop Sinergi Satlinmas dan Posyandu dalam Mewujudkan Lingkungan Sehat dan Tertib yang digelar di Aula Kantor Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (15/8/2025).

Acara ini menjadi ruang pertemuan penting antara unsur Satlinmas, kader Posyandu, PKK, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak bisa berjalan sendiri, melainkan butuh kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Satlinmas Bukan Hanya Penjaga Ketertiban

Salah satu narasumber, Rudi Hendrawan Tri Bintang, anggota Satpol PP sekaligus mahasiswa STISIP Widyapuri Mandiri, menegaskan bahwa tugas Satlinmas tidak sebatas menjaga keamanan dan ketertiban desa. “Satlinmas juga bisa menjadi mitra strategis dalam kegiatan sosial, termasuk mendukung keberlangsungan layanan Posyandu. Perannya penting dalam memastikan kegiatan berjalan lancar dan aman,” ujarnya.

Kesehatan Ibu dan Anak Jadi Fokus

Sementara itu, Holil, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Kalapanunggal, mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan layanan kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, Posyandu tidak bisa bekerja sendirian. “Kader Posyandu membutuhkan dukungan penuh, baik dari Satlinmas, PKK, maupun Karang Taruna. Dengan gotong royong, layanan Posyandu bisa lebih efektif dan menjangkau masyarakat secara luas,” jelasnya.

Diskusi Hangat dan Inspiratif

Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta aktif bertanya sekaligus berbagi pengalaman lapangan. Misalnya, kader Posyandu menceritakan tantangan menghadapi warga yang masih enggan membawa anaknya ke Posyandu, sementara Satlinmas menyoroti perlunya koordinasi agar kegiatan bisa lebih tertib. Diskusi ini menghasilkan berbagai usulan, di antaranya rencana membuat forum komunikasi rutin antara Satlinmas dan kader kesehatan desa.

Kepala Desa Pulosari (berbaju abu-abu) bersama mahasiswa KKM STISIP Widyapuri Mandiri dan narasumber menerima sertifikat usai pelaksanaan workshop sinergi Satlinmas dan Posyandu di Aula Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Sukabumi.

Apresiasi dan Harapan

Ketua KKM Kelompok 10 menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Desa Pulosari yang mendukung penuh kegiatan ini. “Kami berharap workshop ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan menjadi awal dari sinergi nyata antara Satlinmas, Posyandu, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan desa yang lebih sehat, tertib, dan sejahtera,” ucapnya.

Kepala Desa Pulosari, Dirja Miharja, sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini membuka wawasan baru bagi perangkat desa dan masyarakat. “Kami berterima kasih kepada mahasiswa STISIP Widyapuri Mandiri yang telah hadir membawa ide segar. Harapan kami, kolaborasi seperti ini terus berlanjut demi kemajuan Desa Pulosari,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan, menandai komitmen bersama untuk terus membangun Desa Pulosari menjadi lingkungan yang sehat, aman, dan harmonis.

Langkah Nyata Mahasiswa untuk Desa

Workshop ini membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya hadir untuk belajar, tetapi juga memberi kontribusi langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, KKM STISIP Widyapuri Mandiri ikut memperkuat peran desa sebagai pusat pembangunan yang berbasis pada kebersamaan dan kepedulian sosial. (RM/D2).

Pos terkait