Sukabumi | Matanusa.net – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menurunkan angka stunting tak hanya datang dari sisi teknis kesehatan, tapi juga diperkuat dengan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran. Hal ini ditegaskan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sukabumi, Ir. Toha Wildan Athoilah, dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) 2025 yang digelar, pada Selasa (29/7/2025) di Hotel Augusta Cicantayan.
Menurut Toha Wildan, penurunan stunting memerlukan dukungan pendanaan yang berkesinambungan, terintegrasi, dan transparan. Oleh karena itu, BPKAD berperan aktif dalam memastikan setiap rencana aksi TPPS mendapatkan alokasi anggaran yang proporsional serta penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.
“Permasalahan stunting bukan hanya soal intervensi teknis, tapi juga harus dijawab dengan tata kelola keuangan yang efisien dan tepat guna. BPKAD berkomitmen mengawal alokasi anggaran percepatan penurunan stunting dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas,” ujar Toha.
Ia juga menambahkan, sinergi antara BPKAD dengan perangkat daerah lain serta TPPS di tingkat kecamatan dan desa sangat penting, agar pelaksanaan program tidak terhambat oleh persoalan administrasi maupun pembiayaan.
Kegiatan rakor ini sendiri dibuka oleh Wakil Bupati Sukabumi dan diikuti oleh 150 peserta, baik secara luring maupun daring, dari unsur perangkat daerah, para camat, serta kepala desa se-Kabupaten Sukabumi. Rakor bertujuan menyusun strategi percepatan penurunan stunting tahun 2025 sekaligus mengevaluasi capaian sebelumnya.
Dalam kesempatan itu, turut disampaikan praktik baik dari Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, yang mendirikan “Stunting Centre” sebagai pusat konsolidasi para kader Posyandu untuk mengatasi masalah gizi buruk.
“Kami di BPKAD akan terus mendukung upaya-upaya kolaboratif seperti ini, termasuk di desa-desa, agar anggaran yang dikucurkan benar-benar sampai pada sasaran dan berdampak langsung kepada masyarakat,” pungkas Toha Wildan.
Dengan komitmen lintas sektor dan dukungan anggaran yang tepat, Kabupaten Sukabumi optimistis mampu menurunkan angka stunting menuju target nasional 14% di tahun 2025.





