Walkot Sukabumi Gelar Pengajian Rutin, Tekankan Persatuan Umat dan Komitmen Bangun Kota Bercahaya

Foto: Dokpim.

Sukabumi Kota | Matanusa.net – “Umat Islam di Kota Sukabumi harus bersatu. Jangan membahas perbedaan, tetapi fokuslah pada persamaan untuk mewujudkan Kota Sukabumi Bercahaya,” demikian pesan yang mengemuka dalam pengajian rutin di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi, pada Kamis (1/5/2025).

Pengajian ini menjadi ajang penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini jajaran SKPD, Ketua MUI, Ketua BAZNAS, Ketua KNPI, Ketua FKUB, serta kader-kader partai politik.

Acara dimulai dengan shalat magrib berjamaah dan pembacaan istigosah yang dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kota Sukabumi. Suasana penuh khidmat menyelimuti ruangan sejak awal kegiatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan bahwa pengajian tersebut merupakan bagian dari janji politiknya. “Minimal sekali dalam sebulan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan di rumah dinas wali kota,” ujarnya. Tercatat, sekitar 150 orang hadir mengikuti pengajian tersebut.

Lebih jauh, ia menyampaikan target kepemimpinannya. “Dengan kemampuan, keterampilan, dan pengalaman saya, insya Allah dalam lima tahun ke depan kita bisa menyelesaikan masalah sosial, ekonomi, kesehatan, terutama kemiskinan di Kota Sukabumi, hingga mencapai nol persen,” tegas H. Ayep Zaki. Ia menambahkan, jabatan yang kini diembannya adalah amanah sementara, namun harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan masyarakat.

Menurutnya, pengajian rutinan juga akan menjadi sarana menyampaikan informasi secara transparan mengenai pencapaian pembangunan Kota Sukabumi.

Sementara itu, KH. Muchtar Ubaedillah selaku Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Kota Sukabumi, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan pemerintah. “Pengajian ini adalah wujud kolaborasi dan sinergitas untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera,” katanya.

Ia juga menyoroti empat elemen penting dalam membangun kota: peran ulama, pemerintahan yang adil, dermawan atau pengusaha yang jujur, serta doa dari fakir miskin.

Di penghujung acara, dilakukan peluncuran penjadwalan pengajian rutin oleh MUI. Agenda akan dimulai bulan Mei di Rumah Dinas, bulan Juni di setiap kecamatan, dan dilanjutkan dengan silaturahmi Komisi Dakwah ke setiap dinas serta para pengusaha.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara pemimpin, ulama, dan masyarakat adalah fondasi utama untuk mewujudkan visi Kota Sukabumi Bercahaya.

Pos terkait