Sukabumi Kota, Matanusa.net – Pemerintah Kota Sukabumi menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, didampingi Wakil Wali Kota, Bobby Maulana, pada Senin (3/3), di Oproom Setda Kota Sukabumi. Rapat ini turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah, Mohamad Hasan Asari, serta para Asisten Daerah, Staf Ahli, dan Kepala Perangkat Daerah.
Dalam rapat tersebut, Wali Kota Sukabumi memaparkan arah kebijakan pembangunan Kota Sukabumi periode 2025-2030, yang menitikberatkan pada efisiensi anggaran, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pembangunan infrastruktur strategis.
“Kebijakan pemerintahan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat, bebas dari intervensi politik, dan dijalankan oleh ASN yang profesional. Pembangunan harus selaras dengan aturan yang berlaku,” tegas Ayep Zaki.
Wali Kota juga merefleksikan hasil retreat di Magelang, di mana fiskal Kota Sukabumi masih bergantung pada transfer pemerintah pusat. Oleh karena itu, strategi peningkatan PAD menjadi fokus utama. Pemerintah berencana mengoptimalkan digitalisasi retribusi serta pemutakhiran data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga level RT/RW.
Evaluasi RSUD dan Peran BUMD Diperkuat
Dalam kesempatan itu, evaluasi terhadap kinerja RSUD Kota Sukabumi menjadi perhatian serius. RSUD tercatat mengalami kerugian Rp30-40 miliar per tahun. Pemerintah akan melakukan pembenahan manajemen, termasuk pergantian Dewan Pengawas RSUD.
Di sisi lain, peran BUMD juga akan dimaksimalkan agar mampu menyumbang PAD hingga Rp30 miliar. Langkah konkret yang disiapkan mencakup peningkatan layanan air bersih oleh PDAM, pengurangan kebocoran air, perluasan akses kredit mikro melalui BPR, serta diversifikasi usaha PD Waluya.
Penataan Pasar dan Pengawasan Izin Usaha
Pemerintah juga akan menata ulang Pasar Pelita, termasuk mengevaluasi harga kios yang dinilai belum optimal menyumbang PAD. Pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan besar yang belum memiliki izin operasional juga diperketat agar bisa dikenakan pajak sesuai regulasi.
Program Jumat Bersih Dihidupkan Kembali
Sebagai bagian dari program lingkungan, Pemkot Sukabumi akan mengaktifkan kembali program Jumat Bersih (Jumsih). Setiap Jumat pagi, kegiatan diawali dengan olahraga bersama, dilanjutkan aksi bersih-bersih di titik-titik strategis kota. Program ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Roadmap Investasi dan Penguatan Ekonomi Kreatif
Dalam sesi diskusi, Kepala DPMPTSP, Iskandar Ifhan, menyampaikan bahwa roadmap investasi telah disusun dengan sektor properti sebagai pengungkit PAD. Tercatat, delapan pengembang siap menanamkan investasi senilai Rp250 miliar di Sukabumi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bobby Maulana menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan komunikasi publik. Pemkot diminta mengelola media sosial resmi yang terverifikasi untuk membangun citra positif dan mendorong ekonomi kreatif berbasis digital sebagai pilar ekonomi baru Sukabumi.
Penutup: Sukabumi Baru yang Inovatif dan Mandiri
Rapat ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis, mulai dari target peningkatan PAD, optimalisasi BUMD, evaluasi RSUD, hingga efisiensi anggaran daerah. Dengan fondasi yang kuat dan arah kebijakan yang jelas, Pemkot Sukabumi optimis mewujudkan visi Sukabumi Baru 2025-2030 sebagai kota yang inovatif, mandiri, agamis, dan nasionalis.





