BPKAD Sukabumi Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan dalam Musrenbang RKPD 2026

Foto: Dok. BPKAD Sukabumi.

Sukabumi, Matanusa.net – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sukabumi, Ir. Toha Wildan Athoilah, menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel dalam mendukung pembangunan daerah yang Mubarakah. Hal ini disampaikannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026 serta Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029 yang berlangsung di Grand Sulanjana, Kecamatan Sukabumi, pada Rabu (19/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Ir. Toha Wildan Athoilah menegaskan bahwa aspek pengelolaan keuangan dan aset daerah yang efisien, jujur, serta bertanggung jawab menjadi salah satu faktor utama dalam mewujudkan visi Kabupaten Sukabumi Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah).

“Pembangunan daerah yang berkah tidak hanya bergantung pada program yang dicanangkan, tetapi juga bagaimana anggaran dikelola dengan optimal, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, BPKAD berkomitmen untuk terus memperkuat sistem tata kelola keuangan daerah yang profesional dan berintegritas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa efektivitas penggunaan anggaran harus selaras dengan kebutuhan strategis daerah. Dengan demikian, setiap rupiah yang dikeluarkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami memastikan bahwa setiap program prioritas yang dirancang dalam Musrenbang ini memiliki dasar perencanaan keuangan yang matang. Pengelolaan aset daerah pun akan semakin diperketat guna menghindari potensi penyalahgunaan dan memastikan bahwa semua aset digunakan secara maksimal untuk kepentingan publik,” tambahnya.

Dukungan Keuangan dalam Program Prioritas Daerah

Dalam Musrenbang ini, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menekankan empat semangat utama pembangunan Sukabumi Mubarakah, yaitu optimalisasi tata kelola berbasis nilai etika, pembangunan infrastruktur berkualitas, penguatan SDM unggul, serta pembentukan pemerintahan yang akuntabel.

Sejalan dengan itu, BPKAD akan memainkan peran kunci dalam mendukung 11 program prioritas Kabupaten Sukabumi, termasuk program Generasi Mencrang, Sukabumi Sakti, dan Pariwisata Berdaya. Ir. Toha Wildan Athoilah menyatakan bahwa pengalokasian anggaran akan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian serta efisiensi guna memastikan setiap program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh perangkat daerah agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar digunakan secara efektif untuk mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Selain itu, dalam upaya memperkuat keuangan daerah, BPKAD juga akan mengoptimalkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan aset daerah.

“Kami terus mendorong inovasi dalam sistem pengelolaan keuangan daerah, termasuk digitalisasi layanan keuangan agar lebih akuntabel dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah semakin meningkat,” pungkasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, mengapresiasi peran BPKAD dalam memastikan pengelolaan keuangan yang transparan. Ia pun mengajak semua pihak untuk terus bersinergi dalam membangun Sukabumi yang lebih maju dan sejahtera.

“Sinergi antara eksekutif, legislatif, serta seluruh elemen masyarakat sangat penting. Dengan tata kelola keuangan yang baik, saya yakin Kabupaten Sukabumi dapat mencapai kemajuan yang diharapkan,” ujarnya.

Dengan komitmen yang kuat dari BPKAD serta dukungan berbagai pihak, harapan mewujudkan Sukabumi yang Mubarakah bukanlah sekadar visi, tetapi sebuah tujuan nyata yang akan terus diwujudkan.

Pos terkait