Matanusa, Sukabumi – Suasana Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan, Sukabumi, mendadak mencekam, pada Kamis (23/1) siang. Angin puting beliung tiba-tiba datang menerjang, merusak tujuh rumah warga di tiga dusun dalam hitungan menit.
Pohon tumbang, genteng beterbangan, dan teriakan warga menjadi pemandangan yang tak terlupakan di Dusun Tugu, Cicadas, dan Cisasah. Lima rumah di Dusun Tugu mengalami kerusakan parah di bagian atap, sementara satu rumah di masing-masing Dusun Cicadas dan Cisasah ikut terdampak.
“Kejadiannya sangat cepat, sekitar pukul 14.30 WIB. Kami langsung bergerak ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga,” ujar Sekretaris Desa Tugubandung, Suhendi, atau yang akrab disapa Kang Uhe.
Tanpa menunggu lama, Pemdes Tugubandung segera mendata kerusakan dan melaporkannya ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Penanganan pertama yang kami lakukan adalah memberikan bantuan darurat seperti terpal. Ini agar rumah yang terdampak bisa tetap dihuni sementara waktu,” jelas Kang Uhe.
Namun, yang paling mengesankan adalah solidaritas warga Desa Tugubandung. Dengan semangat gotong royong, mereka bahu-membahu memperbaiki rumah-rumah yang rusak. Para tetangga tanpa ragu membantu membersihkan puing-puing dan menutup atap yang bolong.
“Bencana ini berat, tapi kami tidak sendiri. Ada keluarga, tetangga, dan pemerintah desa yang mendukung kami,” ujar seorang warga terdampak.
Bencana ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem semakin sulit diprediksi. Namun, bagi warga Desa Tugubandung, kebersamaan dan semangat pantang menyerah adalah kekuatan untuk bangkit dari kepungan bencana.
“Ini adalah ujian, dan kami yakin bisa melewati semuanya. Warga Tugubandung itu kuat!” pungkas Kang Uhe penuh optimisme.





