Sukabumi | Matanusa.net – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi terus didorong untuk mengoptimalkan potensi wisata daerah sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal tersebut mengacu pada arahan Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas dalam Rapat Dinas Bulan Oktober 2026 di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Senin (19/10/2026).
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, S.H., M.H., menjadi salah satu unsur perangkat daerah yang berperan dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi.
Dalam rapat tersebut, Wabup Andreas meminta seluruh perangkat daerah dan para camat memperkuat kolaborasi untuk menggali serta mengembangkan potensi ekonomi di wilayah masing-masing. Menurutnya, peningkatan PAD perlu didukung berbagai sektor, termasuk pariwisata, UMKM, investasi, dan optimalisasi peran badan usaha milik daerah (BUMD).
Pengembangan sektor pariwisata diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik destinasi wisata, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, memperluas pemasaran produk UMKM lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan wisata.
“Kolaborasi ini harus terus dibangun dan dijaga agar PAD Kabupaten Sukabumi meningkat demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain membahas optimalisasi PAD, Wabup Andreas juga menekankan pentingnya kepedulian sosial dengan mendorong perangkat daerah turun langsung ke lapangan. Langkah tersebut diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi serta kebutuhan masyarakat secara langsung.
Rapat dinas yang dipandu Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman itu turut membahas evaluasi kinerja dan tata kelola pemerintahan, penerapan manajemen talenta, pemanfaatan aset daerah, serta peningkatan pelayanan publik.
Melalui penguatan koordinasi lintas perangkat daerah, Dispar Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat terus mengembangkan potensi wisata secara berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat bagi pelaku usaha, masyarakat, dan perekonomian daerah.





