TK PGRI Cipeuteuy Kabandungan Segera Direvitalisasi, Fasilitas Belajar Anak Ditingkatkan

Program revitalisasi satuan pendidikan 2026 mulai dilaksanakan, meliputi pembangunan RKB, ruang UKS, area bermain, sanitasi, penataan lingkungan, dan pengadaan mebeler. (R. Iyan Satria).

Sukabumi | Matanusa.net – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini terus mendapat perhatian. Kabar baik datang dari TK PGRI Cipeuteuy, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, yang tahun ini mendapatkan bantuan pemerintah untuk program revitalisasi satuan pendidikan.

Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini.

Melalui program tersebut, TK PGRI Cipeuteuy memperoleh anggaran sebesar Rp482.685.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk melakukan sejumlah pembenahan dan pembangunan fasilitas sekolah. Tidak hanya berfokus pada ruang belajar, program revitalisasi juga mencakup berbagai sarana yang menunjang kenyamanan, kesehatan, keamanan, serta aktivitas bermain anak.

Adapun pekerjaan yang direncanakan meliputi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), pembangunan ruang UKS, pembangunan area bermain, penataan lingkungan sekolah, peningkatan fasilitas sanitasi, hingga pengadaan mebeler.

Dengan adanya pembangunan tersebut, lingkungan TK PGRI Cipeuteuy diharapkan dapat menjadi tempat belajar yang semakin representatif bagi anak-anak usia dini.

Program revitalisasi ini juga menjadi langkah penting karena pendidikan anak usia dini tidak hanya membutuhkan tenaga pendidik yang berkualitas, tetapi juga lingkungan sekolah yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada peserta didik.

Ruang kelas yang layak, area bermain yang memadai, sanitasi yang baik, serta lingkungan sekolah yang tertata merupakan bagian penting dalam mendukung proses belajar sekaligus tumbuh kembang anak.

Dikerjakan Selama 90 Hari

Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) TK PGRI Cipeuteuy dengan waktu pengerjaan selama 90 hari kalender.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan sesuai ketentuan program dan berada dalam pengawasan sebagaimana mekanisme yang ditetapkan oleh pemerintah melalui program revitalisasi satuan pendidikan.

Pembangunan diharapkan dapat berjalan dengan baik sehingga seluruh fasilitas yang direncanakan bisa dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah dan peserta didik.

Kepala TK PGRI Cipeuteuy, Lela Marlina, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah pusat kepada sekolahnya.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi kesempatan penting bagi sekolah untuk meningkatkan kondisi sarana dan prasarana yang selama ini digunakan dalam menunjang kegiatan belajar anak.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dengan adanya bantuan ini, anak-anak TK PGRI Cipeuteuy bisa belajar dan bermain di fasilitas yang lebih layak dan mendukung tumbuh kembang mereka,” ujar Lela, pada Selasa (11/8/2026).

Diharapkan Beri Dampak bagi Masyarakat

Revitalisasi TK PGRI Cipeuteuy tidak hanya diharapkan memberikan perubahan terhadap kondisi fisik sekolah. Lebih jauh, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat, khususnya keluarga yang menyekolahkan anaknya di jenjang pendidikan usia dini.

Kehadiran ruang kelas baru akan memberikan dukungan terhadap kegiatan pembelajaran, sementara ruang UKS diharapkan dapat menunjang kebutuhan kesehatan peserta didik. Area bermain juga menjadi bagian penting karena aktivitas bermain merupakan salah satu sarana anak dalam mengenal lingkungan, bersosialisasi, serta mengembangkan berbagai kemampuan.

Begitu pula dengan penataan lingkungan, sanitasi, dan pengadaan mebeler yang diharapkan mampu menciptakan suasana sekolah yang lebih tertata dan nyaman.

Dengan dukungan anggaran tersebut, TK PGRI Cipeuteuy diharapkan mampu terus berkembang menjadi satuan pendidikan anak usia dini yang menyediakan lingkungan belajar aman, sehat, nyaman, dan ramah anak.

Bagi masyarakat Desa Cipeuteuy dan sekitarnya, revitalisasi ini menjadi tambahan harapan agar anak-anak mendapatkan fasilitas pendidikan yang semakin baik sejak usia dini.

Sebab, pendidikan yang berkualitas tidak hanya dimulai dari proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dari tersedianya lingkungan yang mendukung anak untuk belajar, bermain, bersosialisasi, dan tumbuh secara optimal,” pungkasnya.

Pos terkait