Sosialisasi Panas Bumi Perkuat Peringatan Tahun Baru Islam 1447 H di Kalapanunggal

Perwakilan Star Energy Geothermal memaparkan pentingnya energi panas bumi sebagai energi bersih di hadapan para tokoh agama, masyarakat, dan aparat Kecamatan Kalapanunggal. (Foto: R. Iyan Satria).

Sukabumi | Matanusa.net — Dalam rangka memeriahkan kegiatan Gebyar Muharam 1447 Hijriah tingkat Kecamatan Kalapanunggal, Star Energy Geothermal Salak, Ltd. bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kalapanunggal menyelenggarakan kegiatan Edukasi Panas Bumi, pada Senin (7/7/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung PGRI Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat energi panas bumi yang ramah lingkungan, sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat sekitar.

Kolaborasi Lintas Sektor

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pihak terkait, di antaranya perwakilan Kecamatan Kalapanunggal D. Sohib Jaenal, Babinsa Kalapanunggal Dayat S., MUI Desa Kalapanunggal Ramdan, pengurus MUI Desa Hendra, serta perwakilan Star Energy Geothermal Henrik.

Dalam sambutannya, perwakilan MUI Desa Kalapanunggal, Ramdan, menyampaikan apresiasi atas upaya Star Energy Geothermal memperkenalkan konsep energi bersih kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam dalam menjaga keseimbangan alam.

“Edukasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus mengingatkan kita bahwa melestarikan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai umat,” ucap Ramdan.

“Peserta menyimak paparan edukasi tentang energi panas bumi pada kegiatan yang diinisiasi Star Energy Geothermal bersama MUI Kecamatan Kalapanunggal dalam rangka Gebyar Tahun Baru Islam 1447 H di Gedung PGRI Kalapanunggal.”

Pemaparan Materi

Henrik dari Star Energy Geothermal dalam paparannya menjelaskan bahwa panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang aman dan bersih. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar area operasi.

“Energi panas bumi memberikan manfaat besar bagi ketahanan energi nasional. Namun, keberhasilan operasionalnya juga bergantung pada dukungan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan,” tutur Henrik.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif antara narasumber dengan peserta. Warga berkesempatan mengajukan pertanyaan terkait proyek panas bumi dan dampaknya terhadap lingkungan, pungkasnya.

Doa Bersama dan Penutup

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh pengurus MUI, sebagai ungkapan syukur atas datangnya tahun baru Islam 1447 Hijriah serta harapan untuk kemajuan dan keberkahan bagi masyarakat Kalapanunggal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya energi ramah lingkungan semakin meningkat, serta terjalin kerja sama yang baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat demi pembangunan berkelanjutan.

Pos terkait